Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Kapolda Aceh Tegaskan Perang terhadap Narkoba, 11 Tersangka Laboratorium Sabu di Pidie Diamankan

Pidie – Pujatv.com Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika tanpa pandang bulu. Penindakan

Sumber foto: PUJATV ACEH

Pidie – Pujatv.com Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika tanpa pandang bulu. Penindakan tegas akan dilakukan terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Ruddi menjelaskan, pengungkapan laboratorium narkotika yang diduga terhubung dengan jaringan internasional di Kabupaten Pidie merupakan hasil pengembangan penyelidikan selama beberapa bulan. Penelusuran tersebut bermula dari pengungkapan kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair di perairan Batam.

Kasus itu berkaitan dengan kapal Ocean Porter yang membawa sabu cair dan diduga melibatkan jaringan dari Myanmar, Thailand, serta Malaysia.

Menurut Ruddi, pemeriksaan terhadap anak buah kapal (ABK) yang diamankan memberikan petunjuk mengenai keberadaan jaringan narkotika lain yang beroperasi di Indonesia. Penyelidikan kemudian dikembangkan melalui kerja sama BNN, Polri, Bea Cukai, dan NNCC Tiongkok.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap anak buah kapal yang diamankan, diperoleh informasi bahwa masih terdapat jaringan lain yang beroperasi di Indonesia,” ujar Ruddi di lokasi pengungkapan laboratorium narkotika di Desa Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Jumat (23/10/2026).

Dari hasil pengembangan tersebut, tim gabungan memperoleh informasi mengenai dugaan pengiriman sabu cair berwarna kuning dari Thailand ke Aceh menggunakan kapal Ocean Kardon.

Pada Mei 2026, penyidik menerima informasi tentang kedatangan dua warga negara Tiongkok di Banda Aceh. Keduanya diduga dijemput oleh jaringan setempat dan menghabiskan sekitar 10 hari untuk mencari lokasi yang berpotensi dijadikan laboratorium narkotika rahasia atau clandestine laboratory.

Penyelidikan berlanjut pada Juli 2026, ketika tim memperoleh informasi mengenai rencana pengiriman sabu cair melalui skema ship-to-ship, yakni pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lain di laut. Proses pengiriman tersebut diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.

Perkembangan berikutnya terjadi pada 15 Oktober 2026. Dua warga negara Indonesia berangkat ke Malaysia untuk menjemput kedua warga negara Tiongkok tersebut. Keduanya kemudian tiba di Aceh pada 17 Oktober dan dijemput oleh jaringan setempat.

Setelah tiba di Banda Aceh, mereka diduga mencari ruko yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan narkotika. Salah satu lokasi yang ditelusuri berada di wilayah Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

Keberadaan laboratorium tersebut mulai terdeteksi pada 19 Oktober 2026. Sehari kemudian, tim gabungan mengungkap dugaan laboratorium narkotika di Kabupaten Pidie. Dalam operasi yang menyasar lima lokasi, petugas mengamankan 11 tersangka, terdiri atas sembilan warga negara Indonesia asal Aceh dan dua warga negara Tiongkok berinisial LJ dan XM.

“Dalam pengungkapan clandestine laboratory jaringan internasional ini, petugas mengamankan 11 tersangka, terdiri atas sembilan WNI dan dua WNA Tiongkok, serta barang bukti 1,2 ton sabu cair yang siap diolah dan didistribusikan,” kata Ruddi.

Kapolda Aceh juga mengajak masyarakat, terutama para kepala desa atau geuchik, untuk berperan aktif membantu pemberantasan narkotika dengan melaporkan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Ia menegaskan, informasi dari masyarakat dapat membantu aparat melakukan pemeriksaan lebih awal terhadap lokasi yang diduga digunakan untuk kegiatan ilegal, termasuk rumah kosong atau gudang yang aktivitasnya tidak wajar.

Melalui kerja sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat, kepolisian berharap upaya pemberantasan narkotika di Aceh dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan wilayah yang aman dan bebas dari peredaran narkoba.

Sumber: PUJATV ACEH. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with