Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Timur Tengah

IHSG Menguat 1,09 Persen di Tengah Tekanan Global

IHSG naik 58,84 poin ke level 5.446 pada sesi I Jumat, didukung reformasi bursa dan prospek investasi Danantara di saham BUMN.

Sumber foto: Demokratis.co.id

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 58,84 poin atau 1,09% ke level 5.446 pada sesi pertama perdagangan Jumat (23/10/2026), meski pasar global menghadapi tekanan akibat aksi jual saham teknologi dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dilansir dari Investor Daily, kenaikan indeks domestik didukung sentimen reformasi pasar modal serta prospek investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada saham badan usaha milik negara (BUMN).

Menurut riset Pilarmas Investindo Sekuritas, rencana perubahan perhitungan indeks menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG. Bursa berencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan indeks komposit mulai 2 November 2026.

Pilarmas mengaitkan langkah tersebut dengan peringatan MSCI mengenai risiko penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori pasar negara berkembang menjadi pasar mandiri.

"Langkah tersebut menyusul peringatan MSCI mengenai risiko penurunan status pasar saham Indonesia dari pasar negara berkembang menjadi pasar mandiri," tulis Pilarmas dalam risetnya pada Jumat (23/10/2026).

Selain reformasi bursa, prospek investasi Danantara turut menjadi perhatian investor terhadap saham-saham BUMN. Pilarmas menilai konsistensi pembelian saham yang disertai peningkatan kinerja perusahaan berpotensi memperkuat sentimen pasar terhadap emiten pelat merah.

Dukungan tersebut terutama menjadi perhatian pada perusahaan BUMN yang dinilai memiliki valuasi menarik dan prospek usaha jangka panjang. Namun, dampaknya bergantung pada realisasi investasi serta perbaikan fundamental masing-masing perusahaan.

Di pasar regional, bursa Asia bergerak melemah menjelang akhir pekan. Menurut Pilarmas, kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (AI) mendorong aksi jual saham teknologi dan semikonduktor, termasuk produsen chip memori serta perusahaan yang terkait dengan pengembangan AI.

"Kekhawatiran investor terhadap besarnya investasi di sektor AI turut membebani sentimen pasar global," papar Pilarmas.

Tekanan eksternal juga berasal dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Pilarmas menyoroti laporan mengenai kemungkinan Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat bulan depan.

Ketidakpastian bertambah setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Pelabuhan Yanbu di Arab Saudi. Laporan mengenai serangan terhadap fasilitas minyak dan bandara di negara pengekspor minyak mentah terbesar dunia itu memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi.

"Jika gangguan pasokan terjadi, harga energi berisiko meningkat dan menambah tekanan inflasi global. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi pasar keuangan, meskipun IHSG hari ini masih mampu menguat pada perdagangan sesi pertama," jelas Pilarmas.

Pada sesi pertama perdagangan Jumat (23/10/2026), FAST, PTSP, KONI, FITT, dan TOBA mencatat kenaikan terbesar. Sementara itu, HATM, SMLE, RLCO, SURE, dan GTBO masuk dalam kelompok saham dengan penurunan terbesar.

Pilarmas merekomendasikan pembelian saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dengan level support 825 dan resistance 925.

Sumber: Demokratis.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with