Harga Minyak Dunia Tembus US$115 per Barel, Investor Cemas AS Kembali Serang Iran
Harga minyak dunia sekarang ini naik drastis, Brent menembus US$115 per barel dan WTI US$101,56 di tengah kekhawatiran serangan baru AS terhadap Iran.

Jakarta, VIVA – Harga minyak dunia kembali menguat di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pelaku pasar memperkirakan AS berpeluang kembali melancarkan serangan terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang, sehingga memicu ketidakpastian terhadap pasokan energi global.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak bulan terdekat naik 1,8 persen menjadi US$115,18 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2 persen menjadi US$101,56 per barel.
Penguatan kedua acuan minyak tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian investor terhadap perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Kawasan ini memiliki peran penting dalam industri energi global, sehingga eskalasi konflik berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan dan pergerakan harga minyak.
Kenaikan harga minyak juga terlihat dalam kinerja perdagangan mingguan. Minyak mentah berjangka Brent diperkirakan mencatat kenaikan sekitar 5 persen dalam sepekan. Jika terealisasi, capaian tersebut akan menjadi penguatan mingguan selama tiga pekan berturut-turut.
Di sisi lain, minyak mentah berjangka WTI diperkirakan membukukan kenaikan mingguan sebesar 0,3 persen. Meskipun kenaikannya relatif tipis dibandingkan Brent, pergerakan kedua acuan minyak tersebut tetap menunjukkan perhatian pasar terhadap risiko geopolitik yang berkembang.
Ekspektasi investor terhadap kemungkinan serangan baru AS terhadap Iran menjadi salah satu faktor yang membayangi perdagangan minyak. Ketidakpastian mengenai arah konflik membuat perkembangan politik dan keamanan di Timur Tengah menjadi perhatian pelaku pasar energi.
Harga minyak dapat bergerak mengikuti perubahan persepsi terhadap risiko pasokan. Dalam situasi konflik, kekhawatiran terhadap gangguan produksi maupun distribusi energi berpotensi meningkatkan tekanan terhadap harga di pasar global.
Ketidakpastian mengenai hubungan AS dan Iran semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait situasi kedua negara pada Rabu.
Trump mengatakan AS tidak sedang melakukan negosiasi dengan Iran. Ia juga menyebut sesuatu akan terjadi "dalam waktu dekat", tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai maksud pernyataan tersebut.
Sumber: VIVA.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.