Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Indonesia dan Iran Jajaki Kerja Sama Pendidikan Tinggi dan Teknologi

Indonesia dan Iran menjajaki kerja sama pertukaran akademisi, pengembangan Science Techno Park, riset bersama, serta hilirisasi teknologi energi dan dirgantara.

Sumber foto: Demokratis.co.id

Indonesia dan Iran menjajaki kemitraan strategis di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi melalui pertemuan resmi di Jakarta pada Jumat (23/10/2026). Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama perwakilan Pemerintah Iran membahas pertukaran akademisi, pengembangan pusat inovasi, riset bersama, serta hilirisasi teknologi di sektor energi dan dirgantara, dilansir dari Investor Daily.

Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Deputy for Policy and Development, Vice Presidency for Science, Technology and the Knowledge-Based Economy Iran Esfandiar Ekhtiyari Kasnavieh Yazd, serta Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.

Salah satu agenda utama ialah membuka peluang bagi profesor Iran untuk mengajar di perguruan tinggi Indonesia. Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus meningkatkan kualitas kolaborasi penelitian dan pengembangan teknologi antara kedua negara.

Brian Yuliarto menyampaikan bahwa keterlibatan akademisi Iran dapat memperluas pertukaran pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.

"Kami sangat senang jika bisa mengundang profesor-profesor terkemuka dari Iran untuk menjadi profesor tamu di kampus-kampus Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akselerasi dan kualitas kerja sama di bidang sains dan teknologi antara Indonesia dan Iran secara signifikan," ujar Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Selain pertukaran profesor, pembahasan mencakup mobilitas mahasiswa pascasarjana dan pengembangan Science Techno Park (STP). Kawasan ini berfungsi sebagai penghubung antara penelitian perguruan tinggi dan kebutuhan industri, termasuk dalam pengembangan serta komersialisasi teknologi.

Perwakilan Iran menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman pengelolaan STP dan mendukung transfer keahlian kepada Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bidang yang dibahas untuk memperkuat ekosistem inovasi dan pemanfaatan hasil penelitian.

Esfandiar Ekhtiyari Kasnavieh Yazd menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan sains dan teknologi di Iran melibatkan lembaga pemerintah yang menangani pendidikan dan kesehatan.

"Di Iran, keberadaan Science Techno Park berada di bawah pengawasan langsung Kementerian Pendidikan serta Kementerian Kesehatan. Kami siap memberikan dan mentransfer keahlian di bidang ini untuk mendukung perkembangan ekosistem inovasi di Indonesia," ujar Esfandiar Ekhtiyari Kasnavieh Yazd, Deputy for Policy and Development, Vice Presidency for Science, Technology and the Knowledge-Based Economy Iran.

Agenda kerja sama juga mencakup komersialisasi hasil riset dan pembinaan usaha rintisan berbasis teknologi tinggi. Sektor yang menjadi sasaran meliputi energi terbarukan dan industri dirgantara, dengan fokus pada pengembangan serta pemanfaatan hasil penelitian untuk kebutuhan industri.

Untuk melanjutkan pembahasan, kedua negara sepakat membawa hasil dialog awal ke tahap teknis melalui penyusunan dan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kementerian yang membidangi pendidikan tinggi di Indonesia dan Iran.

MoU tersebut direncanakan menjadi landasan kerja sama untuk pertukaran tenaga pengajar, mobilitas mahasiswa, serta pendanaan penelitian bersama yang melibatkan perguruan tinggi dari kedua negara. Penyusunan dokumen itu menjadi tahapan lanjutan untuk merealisasikan agenda yang telah dibahas dalam pertemuan di Jakarta.

Dalam pembahasan tersebut, pengalaman Iran mengembangkan sains dan teknologi turut menjadi konteks kerja sama. Negara itu telah mengembangkan berbagai sektor, termasuk bioteknologi, nanoteknologi, pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai, industri penerbangan, dan energi, meskipun menghadapi sanksi ekonomi internasional selama beberapa dekade.

Sumber: Demokratis.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with