23 Serangan Israel Sasar Petani Palestina saat Musim Panen Zaitun di Tepi Barat
Pasukan Israel dan pemukim ilegal Israel melakukan 23 serangan dan pelanggaran terhadap petani Palestina dalam kurun 12 jam pada Rabu,

Pasukan Israel dan pemukim ilegal Israel melakukan 23 serangan dan pelanggaran terhadap petani Palestina dalam kurun 12 jam pada Rabu, 21 Oktober 2026. Insiden tersebut terjadi di tujuh kegubernuran di Tepi Barat yang diduduki, bertepatan dengan musim panen zaitun yang merupakan sumber pendapatan penting bagi ribuan keluarga Palestina.
Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina melaporkan bahwa serangan berlangsung pukul 06.00 hingga 18.00 waktu setempat. Sebanyak 10 insiden terjadi di Nablus, enam di Ramallah dan Al-Bireh, serta dua di masing-masing Salfit dan Hebron. Qalqilya, Jenin, dan Bethlehem masing-masing mencatat satu insiden.
Pelanggaran meliputi penembakan, kekerasan fisik, penangkapan, larangan memanen zaitun, perampasan hasil panen dan peralatan pertanian, serta pembakaran dan perataan lahan.
Di Osarin, Nablus, seorang petani tertembak peluru tajam di bagian tangan saat memanen zaitun. Sementara itu, seorang petani di Qarawat Bani Hassan, Salfit, mengalami gangguan pernapasan parah setelah terkena semprotan merica.
Di Nahalin, dekat Bethlehem, pasukan Israel menyerang petani dan aktivis solidaritas. Mereka menangkap seorang perempuan lanjut usia serta sejumlah aktivis, termasuk Brad Lander, kandidat Partai Demokrat untuk Kongres Amerika Serikat. Pasukan Israel juga menyita hasil panen zaitun.
Di wilayah Nablus, pemukim Israel membakar lahan pertanian di Burqa. Selain itu, mereka juga meratakan lahan yang ditanami pohon zaitun di Madama dengan menggunakan buldoser. Pemukim juga merampas hasil panen dengan todongan senjata dan mengusir keluarga Palestina dari ladang mereka.
Di Ramallah dan Al-Bireh, Israel melarang petani memasuki lahan di sejumlah wilayah. Pasukan Israel juga menetapkan Turmus Ayya sebagai zona militer tertutup sehingga petani, jurnalis, dan staf komisi tidak dapat mengakses lahan pertanian.
Komisi tersebut memperingatkan bahwa serangan, penutupan wilayah, penangkapan, dan perampasan hasil panen semakin menyulitkan petani Palestina untuk mempertahankan mata pencaharian mereka. Komisi juga mendesak langkah nyata untuk menjamin akses aman petani ke lahan serta meminta pertanggungjawaban pihak yang melakukan serangan.
Sumber: Adara Relief International. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.