Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Netanyahu Perintahkan Penutupan Hebron, Siapkan Penguncian Total Tepi Barat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat (23/10) memerintahkan penutupan segera kota Hebron dan menginstruksikan pasukan keamanan untuk bersiap melakukan penguncian total di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Sumber foto: Minanews.net

Hebron, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat (23/10) memerintahkan penutupan segera kota Hebron dan menginstruksikan pasukan keamanan untuk bersiap melakukan penguncian total di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Langkah ini diambil menyusul insiden penembakan yang melukai lima orang pendudukan Israel, serta tewasnya dua warga Palestina akibat tembakan tentara Israel di dekat kota Halhul, di distrik Hebron, Tepi Barat bagian selatan.

“Saya telah menginstruksikan tentara dan badan keamanan Israel untuk segera menutup Hebron dan bersiap menerapkan penguncian menyeluruh di seluruh wilayah Yudea dan Samaria (Tepi Barat), mulai hari ini (Jumat),” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Netanyahu mengatakan ia telah mengadakan penilaian keamanan bersama para pejabat senior pertahanan dan keamanan, termasuk Kepala Staf Militer serta pimpinan Shin Bet dan Dewan Keamanan Nasional.

KAN melaporkan Kepala Staf Militer Eyal Zamir telah menyetujui penerapan pengepungan keamanan di sekitar Hebron dan desa-desa sekitarnya pasca-insiden penembakan tersebut.

Di lapangan, sejumlah saksi mata menuturkan kepada Anadolu pasukan Israel telah menutup seluruh akses masuk ke Hebron dengan gerbang besi, sehingga kota tersebut berada dalam kondisi terkepung.

Tentara Israel memblokir akses masuk ke berbagai kota dan permukiman warga dengan gundukan tanah serta pos pemeriksaan militer, yang menghambat pergerakan antarwilayah tersebut.

Para saksi menambahkan pasukan Israel melakukan penggerebekan di pinggiran Hebron dan beberapa kota di sekitarnya, menggeledah toko-toko, serta menyita rekaman kamera pengawas (CCTV).

Perkembangan ini terjadi menjelang pemilihan umum legislatif Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober.

Wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, telah mengalami eskalasi operasi militer Israel dan kekerasan oleh pihak pendudukan sejak Israel melancarkan perang genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Serangkaian serangan tersebut mencakup pembunuhan dan penangkapan warga Palestina, penghancuran rumah serta berbagai bangunan lainnya, pembakaran masjid dan kendaraan, perusakan lahan pertanian, yang menghalangi para petani mengakses ladang mereka, serta pengusiran komunitas Palestina, di samping perluasan permukiman ilegal.[]

Sumber: Minanews.net. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with