Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Harga minyak Brent tembus 116 dolar AS per barel, tertinggi sejak Juni 2022

Harga minyak mentah Brent melonjak 2,7 persen menjadi 116,20 dolar AS per barel pada Jumat, mencapai level tertinggi sejak Juni 2022 di tengah kekhawatiran serangan baru Amerika Serikat terhadap Iran...

Sumber foto: Anadolu Ajansı

Harga minyak dunia melonjak pada Jumat (23/10), dengan minyak mentah Brent mencapai level tertinggi sejak Juni 2022, di tengah kekhawatiran serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan meningkatnya ketegangan regional yang mengancam pasokan energi.

Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, naik 2,7 persen atau 3,06 dolar AS menjadi 116,20 dolar AS per barel pada pukul 13.50 GMT, melampaui level tertinggi yang tercatat pada awal perang.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan AS, menguat 3,04 persen atau 3,02 dolar AS menjadi 102,50 dolar AS per barel, level tertinggi dalam lima pekan terakhir.

Sepanjang pekan ini, harga Brent telah meningkat sekitar 5 persen, sedangkan WTI naik sekitar 3 persen. Kenaikan tersebut membuat kedua acuan harga minyak itu berpeluang mencatat penguatan mingguan selama tiga pekan berturut-turut.

Lonjakan harga minyak terjadi seiring meningkatnya perkiraan bahwa Washington dapat kembali melancarkan serangan terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (22/10) mengatakan negaranya mungkin akan melakukan serangan tambahan terhadap Iran.

"Hal ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama oleh presiden-presiden sebelumnya. Dalam perang Iran, kami telah menghantam mereka dengan sangat keras, dan kami mungkin akan melakukannya sedikit lebih jauh," kata Trump.

Para pejabat AS dan Israel disebut telah menyusun rencana untuk melancarkan kembali serangan setelah pemilihan umum paruh waktu AS.

Ketegangan regional juga meningkat ketika kelompok Houthi di Yaman terus melancarkan serangan terhadap Arab Saudi sehingga memicu kekhawatiran mengenai ancaman terhadap infrastruktur energi.

Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan personel yang tidak memiliki tugas penting untuk meninggalkan Arab Saudi.

Perang AS dan Israel melawan Iran yang dimulai pada akhir Februari hingga kini belum mencapai penyelesaian akhir, meskipun telah ada gencatan senjata dan nota kesepahaman mengenai perjanjian perdamaian.

Perbedaan pandangan terkait navigasi pelayaran di Selat Hormuz menjadi salah satu hambatan utama bagi penyelesaian konflik tersebut.

Sumber: Anadolu Ajansı. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with