Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Guterres: Serangan pemukim Israel bertujuan usir warga Palestina dari tanah mereka

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyoroti berlanjutnya serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki, yang menurutnya bertujuan ANTARA News riau 1 ...

Sumber foto: ANTARA News Riau

PBB/New York (ANTARA) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyoroti berlanjutnya serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki, yang menurutnya bertujuan mengusir warga Palestina dari tanah mereka.

“Di Tepi Barat yang diduduki, warga Palestina terus mengalami serangan harian oleh pemukim Israel. Tujuan yang jelas adalah mengusir masyarakat dari tanah mereka,” kata Guterres kepada wartawan, Kamis.

Guterres menegaskan bahwa perlindungan warga sipil dan penghentian meluasnya konflik harus menjadi prioritas. Ia juga dijadwalkan bertolak ke Mesir pada Jumat untuk membahas persoalan tersebut.

“Saya akan membawa pesan yang sama: Kita perlu menghentikan meluasnya perang, melindungi warga sipil, serta menciptakan ruang politik bagi diplomasi dan perdamaian,” ujarnya.

Pernyataan Guterres muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan warga Palestina, terutama para petani yang tengah menjalani musim panen zaitun di Tepi Barat. Pada Senin (19/10), Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) memperingatkan bahwa para petani kembali menghadapi ancaman dan serangan.

OHCHR mendesak agar para petani Palestina memperoleh perlindungan yang memadai serta dapat mengakses lahan pertanian mereka dengan aman, tanpa ancaman kekerasan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Data OHCHR menunjukkan, sepanjang musim panen zaitun pada 2025 tercatat 178 serangan pemukim Israel yang berdampak terhadap 88 kota dan desa Palestina. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2020.

Dampak serangan juga meluas ke sektor pertanian. Lebih dari 6.000 pohon zaitun dan bibit tanaman dilaporkan rusak, dua kali lipat dibandingkan jumlah pada 2024 sekaligus menjadi angka tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Serangan terhadap petani dan kerusakan lahan pertanian menambah kekhawatiran mengenai kemampuan warga Palestina untuk mempertahankan mata pencaharian serta tetap tinggal di tanah mereka.

Di tengah situasi tersebut, seruan Guterres untuk melindungi warga sipil dan membuka ruang diplomasi kembali menyoroti pentingnya upaya internasional dalam mencegah eskalasi konflik serta mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Pewarta : Katriana Editor: Vienty Kumala COPYRIGHT © ANTARA 2026

Sumber: ANTARA News Riau. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with