Guterres: Serangan pemukim Israel bertujuan usir warga Palestina dari tanah mereka
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyoroti berlanjutnya serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki, yang menurutnya bertujuan ANTARA News riau 1 ...

PBB/New York (ANTARA) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyoroti berlanjutnya serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki, yang menurutnya bertujuan mengusir warga Palestina dari tanah mereka.
“Di Tepi Barat yang diduduki, warga Palestina terus mengalami serangan harian oleh pemukim Israel. Tujuan yang jelas adalah mengusir masyarakat dari tanah mereka,” kata Guterres kepada wartawan, Kamis.
Guterres menegaskan bahwa perlindungan warga sipil dan penghentian meluasnya konflik harus menjadi prioritas. Ia juga dijadwalkan bertolak ke Mesir pada Jumat untuk membahas persoalan tersebut.
“Saya akan membawa pesan yang sama: Kita perlu menghentikan meluasnya perang, melindungi warga sipil, serta menciptakan ruang politik bagi diplomasi dan perdamaian,” ujarnya.
Pernyataan Guterres muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan warga Palestina, terutama para petani yang tengah menjalani musim panen zaitun di Tepi Barat. Pada Senin (19/10), Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) memperingatkan bahwa para petani kembali menghadapi ancaman dan serangan.
OHCHR mendesak agar para petani Palestina memperoleh perlindungan yang memadai serta dapat mengakses lahan pertanian mereka dengan aman, tanpa ancaman kekerasan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Data OHCHR menunjukkan, sepanjang musim panen zaitun pada 2025 tercatat 178 serangan pemukim Israel yang berdampak terhadap 88 kota dan desa Palestina. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2020.
Dampak serangan juga meluas ke sektor pertanian. Lebih dari 6.000 pohon zaitun dan bibit tanaman dilaporkan rusak, dua kali lipat dibandingkan jumlah pada 2024 sekaligus menjadi angka tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Serangan terhadap petani dan kerusakan lahan pertanian menambah kekhawatiran mengenai kemampuan warga Palestina untuk mempertahankan mata pencaharian serta tetap tinggal di tanah mereka.
Di tengah situasi tersebut, seruan Guterres untuk melindungi warga sipil dan membuka ruang diplomasi kembali menyoroti pentingnya upaya internasional dalam mencegah eskalasi konflik serta mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
Pewarta : Katriana Editor: Vienty Kumala COPYRIGHT © ANTARA 2026
Sumber: ANTARA News Riau. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.