Malnutrisi Ancam Pertumbuhan Anak Palestina di Gaza
Malnutrisi mengancam pertumbuhan dan masa depan anak-anak Palestina di Gaza akibat kekurangan pangan berkepanjangan. Meski ketersediaan sejumlah bahan makanan mulai

Malnutrisi mengancam pertumbuhan dan masa depan anak-anak Palestina di Gaza akibat kekurangan pangan berkepanjangan. Meski ketersediaan sejumlah bahan makanan mulai membaik, banyak keluarga masih tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka.
Sanaa Abu Radi menyaksikan kondisi kesehatan anaknya memburuk ketika krisis pangan semakin parah. Saat anaknya berusia sekitar 14 bulan, keluarga mereka kesulitan memperoleh makanan bergizi akibat agresi, pengungsian, blokade, dan tingginya harga kebutuhan pokok.
Di Rumah Sakit Nasser, Kepala Departemen Gizi Klinis, Dr. Israa al-Najjar, menangani ratusan kasus malnutrisi anak setiap bulan. Kliniknya menerima sekitar 400–600 kasus, termasuk 120–140 kasus malnutrisi akutyang membutuhkan intervensi medis penyelamatan jiwa.
Dr. Israa al-Najjar menegaskan bahwa hadirnya barang di komoditas pasar tidak serta-merta mengakhiri ancaman kesehatan. Sebagian besar keluarga pengungsi hanya mampu membeli karbohidrat murah demi mengganjal lapar, tanpa sanggup menjangkau sayur-sayuran, buah-buahan, daging, maupun sumber protein esensial lainnya. Padahal, fase tumbuh kembang anak memerlukan kombinasi gizi seimbang, vitamin, dan mineral secara konsisten.
Dampak kekurangan gizi bersifat permanen dan jangka panjang. Survei UNICEF di wilayah Gaza yang dapat terjangkau pada akhir Mei hingga pertengahan Juni 2026 menemukan sekitar 12,2% anak berusia di bawah lima tahun mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis.
Pada paruh pertama 2026, UNICEF memeriksa 223.114 anak berusia 6–59 bulan untuk mendeteksi wasting atau kondisi berat badan terlalu rendah. Sebanyak 19.425 anak kemudian dirujuk atau menjalani program pengobatan malnutrisi akut.
Sementara itu, data Kementerian Kesehatan Gaza per 16 Oktober 2026 mencatat 466 warga Palestina meninggal akibat malnutrisi dan kelaparan sejak 2024. Anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari jumlah tersebut.
Krisis ini juga membebani para ibu yang kesulitan memperoleh susu bayi, layanan kesehatan, air bersih, dan tempat tinggal layak. Tanpa adanya pasokan makanan bergizi secara berkelanjutan dan program pemantauan medis berskala luas, ratusan ribu anak di Gaza berada dalam ancaman kesehatan yang sulit untuk dipulihkan.
Sumber: Adara Relief International. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.