Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Rezaei: Iran Tidak Tertarik pada Kesepakatan Tanpa Jaminan

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dengan menegaskan bahwa tujuan Republik Islam Iran adalah mengakhiri perang yang dipaksakan, me...

Sumber foto: Pars Today

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran dengan menegaskan bahwa tujuan Republik Islam Iran adalah mengakhiri perang yang dipaksakan, mengatakan, “Iran tidak lagi tertarik pada kesepakatan yang satu-satunya jaminannya adalah niat baik politik, dan hingga pelaksanaan penuh syarat-syarat yang diumumkan, Selat Hormuz tidak akan terbuka.

Menurut laporan Pars Today mengutip Kantor Berita IRIB, Kamis, 22 Oktober 2026, Mayjen Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, pada hari Kamis dalam wawancara dengan situs berita Drop Site dengan menyebut kegagalan nota kesepahaman Islamabad menyatakan, “Nota kesepahaman pertama gagal karena urutan pelaksanaan komitmennya salah. Kami membuka selat dan lalu lintas maritim dimulai kembali, tetapi komitmen politik dan ekonomi pihak lawan tidak dilaksanakan. Ketika Amerika Serikat memperoleh apa yang segera dibutuhkannya, keseimbangan tuas berubah.”

Ia menegaskan, “Kami tidak kembali ke diplomasi masa lalu, tetapi kami juga tidak meninggalkan diplomasi. Melalui para mediator kami telah mengajukan tujuh syarat baru. Selama syarat-syarat ini belum dilaksanakan, Iran tidak akan membuka selat dan tidak akan kembali ke perundingan.

Mayjen Rezaei dengan menyebut kesepakatan dengan Oman tentang koridor maritim baru di Selat Hormuz mengatakan, “Bagian yang cukup signifikan dari jalur ini akan melewati perairan yang berada di bawah kendali Iran. Namun koridor ini bukan berarti pembukaan darurat selat. Urutannya sepenuhnya jelas: pertama pelaksanaan komitmen, kemudian keputusan Iran untuk membuka selat, dan selanjutnya dimulainya kembali pelayaran berdasarkan pengaturan baru.”

Ia dalam menjawab pertanyaan tentang kemampuan rudal dan drone Iran menyatakan, “Jika pertanyaannya adalah apakah Iran masih memiliki kemampuan melanjutkan operasi rudal dan drone atau tidak, jawabannya positif. Salah satu asumsi di balik kampanye terhadap Iran adalah bahwa serangan terus-menerus pada akhirnya akan menguras kemampuan balasan kami, tetapi asumsi ini tidak terwujud.”

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menambahkan, “Iran telah bertahun-tahun berinvestasi untuk menciptakan redundansi dalam kemampuan ini: produksi tersebar, fasilitas bawah tanah, berbagai sistem peluncuran, dan kemampuan perbaikan serta penggantian kerusakan. Kami telah menunjukkan bahwa bahkan berbulan-bulan setelah dimulainya perang kami masih dapat membebankan biaya kepada pihak lawan.”

Ia dengan menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz bagi Iran adalah aset nasional, mengatakan, “Persoalan utamanya adalah keamanan. Biaya keamanan, asuransi, dan lingkungan juga dapat dipungut, tetapi pentingnya pengelolaan selat jauh melampaui pendapatan yang dihasilkannya. Kami melanjutkan pengelolaan ini untuk menjaga perdamaian dan keamanan kawasan dan tidak akan mundur dari posisi ini.”

Mayjen Rezaei tentang masa depan perang dan kemampuan Iran untuk melanjutkannya menyatakan, “Iran sebelumnya telah menunjukkan bahwa tingkat ketahanan strategisnya tidak dapat dihitung semata-mata dengan indikator ekonomi musiman atau jumlah rudal yang ditembakkan pada bulan tertentu. Kami telah melewati perang delapan tahun dan kini telah meningkatkan wibawa kami puluhan kali lipat dibandingkan perang itu. Semakin lama Amerika Serikat memperpanjang perang, kami semakin kuat, tetapi meskipun demikian kami tidak menginginkannya.

“Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Mayjen Mohsen Rezaei menegaskan tujuan Iran adalah mengakhiri perang yang dipaksakan dan Iran tidak lagi tertarik pada kesepakatan yang satu-satunya jaminannya adalah niat baik politik; hingga pelaksanaan penuh syarat yang diumumkan, Selat Hormuz tidak akan terbuka. Ia menyebut nota kesepahaman Islamabad gagal karena urutan pelaksanaan komitmen salah: Iran membuka selat dan lalu lintas maritim dimulai, tetapi komitmen politik dan ekonomi pihak lawan tidak dilaksanakan, sehingga ketika AS memperoleh yang segera dibutuhkannya, keseimbangan tuas berubah.”(Sail)

Sumber: Pars Today. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with