Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Situasi Gaza Terkini: Lebih dari 60 Ribu Anak Yatim Piatu Ratusan Ribu Mengungsi dan 50 Ribu Perempuan Meninggal akibat Kebiadaban Zionis Israel

Lebih dari 60.000 anak di Gaza telah kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka sejak awal perang, termasuk setelah diberlakukan gencatan senjata, sementara situasi kemanusiaan di wilayah tersebut masih...

Sumber foto: Aktual.com

Lebih dari 60.000 anak di Gaza telah kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka sejak awal perang, termasuk setelah diberlakukan gencatan senjata, sementara situasi kemanusiaan di wilayah tersebut masih kritis, kata Dana Anak-anak PBB (UNICEF), Selasa.

“Diperkirakan 60.000 anak di Gaza telah menyaksikan salah satu atau kedua orang tua mereka tewas selama perang, atau sejak gencatan senjata,” demikian pernyataan UNICEF.

UNICEF mencatat lebih dari setahun sejak gencatan senjata diumumkan lebih dari 340 anak tewas dan ratusan lainnya terluka.

Menurutnya, sekitar 800.000 anak masih mengungsi, dengan mayoritas tinggal di tenda-tenda atau di bangunan yang rusak akibat pengeboman.

UNICEF menilai bahwa kebutuhan kemanusiaan di wilayah tersebut masih sangat besar, sementara dana yang tersedia tidak mencukupi.

UNICEF telah meminta para pihak berkonflik untuk mematuhi ketentuan gencatan senjata, menaati ketentuan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, serta memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional.

UN Women pada Jumat (9/10) mengungkapkan bahwa hampir 50.000 perempuan dan anak perempuan tewas atau mengalami luka parah di Gaza sejak Oktober 2023.

“Lebih dari 38.000 orang tewas dan 11.700 lainnya mengalami cedera yang sangat parah sehingga kini mereka hidup dengan disabilitas seumur hidup,” kata Sofia Calltorp, Ketua Aksi Kemanusiaan UN Women.

Menurutnya, sebagian besar korban tewas tercatat selama dua tahun pertama perang. Namun, kekerasan masih terus terjadi meski telah diberlakukan gencatan senjata sejak Oktober tahun lalu, di mana 277 perempuan dan anak perempuan tewas.

Ia menambahkan bahwa hampir satu juta perempuan dan anak perempuan terpaksa meninggalkan rumah mereka, sementara hampir semuanya masih mengungsi. Banyak di antaranya mereka tinggal di tenda-tenda atau di antara reruntuhan rumahnya.

Calltorp memperingatkan bahwa jumlah rumah tangga yang dikepalai perempuan naik dua kali lipat, sehingga saat ini satu dari setiap empat rumah tangga di Gaza dikepalai perempuan.

Pada Oktober 2023, konflik Israel-Palestina bergejolak ketika Israel menghadapi serangan besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Jalur Gaza. Menyusul peristiwa tersebut, militer Israel melancarkan operasi darat yang menyebabkan Jalur Gaza nyaris luluh lantak.

Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025, tetapi militer Israel terus menggempur wilayah Palestina tersebut, serta mengeklaim tanpa ada bukti yang kuat bahwa target para pasukan Zionis itu adalah fasilitas dan anggota kelompok Hamas.

PBB menilai bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat memprihatinkan, ditandai dengan kehancuran yang meluas, gangguan pada fasilitas medis, dan tantangan yang terus menghalangi penyediaan makanan dan kebutuhan pokok bagi warga setempat.

Adapun UN Women mendesak implementasi penuh gencatan senjata, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan pertanggungjawaban atas berbagai pelanggaran.

“Apa yang telah kami temukan adalah penderitaan kolektif yang mengerikan, rasa sakit yang luar biasa, dan tingkat ketangguhan dan kekuatan yang seharusnya tidak perlu ditanggung oleh perempuan mana pun,” katanya.

Artikel ini disunting oleh:Redaktur: Eroby Jawi Fahmi

Sumber: Aktual.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with