RI Diminta Evaluasi Hubungan Ekonomi yang Berkaitan dengan Genosida Gaza
Indonesia diminta mengevaluasi hubungan ekonominya yang berpotensi mendukung genosida Gaza dan memutus keterlibatan yang ditemukan. Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina Francesca Albanese menilai langkah […]

Jakarta – Indonesia diminta mengevaluasi hubungan ekonominya yang berpotensi mendukung genosida Gaza dan memutus keterlibatan yang ditemukan. Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina Francesca Albanese menilai langkah tersebut dapat mendorong perubahan nyata bagi Palestina.
Albanese menyampaikan pandangan itu dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10) malam. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya melawan sistem yang meraup keuntungan dari genosida membutuhkan tindakan bersama, bukan kebijakan satu negara saja.
Albanese menilai setiap negara perlu memastikan kebijakannya sejalan dengan pendapat hukum Mahkamah Internasional (ICJ). Pendapat tersebut menegaskan negara tidak boleh mengakui konsekuensi hukum dari tindakan ilegal, termasuk pendudukan wilayah.
“Saya rasa langkah terbaik yang bisa diambil oleh setiap negara adalah memastikan kepatuhan terhadap pendapat hukum (advisory opinion) dari Mahkamah Internasional (ICJ),” ujar Albanese, seperti dikutip dari Antara.
Ketentuan tersebut berimplikasi pada berbagai aktivitas ekonomi dan kerja sama yang melegitimasi pendudukan. Albanese menyebut perdagangan, pertukaran universitas, program penelitian, kerja sama, hingga pembelian sebagai hubungan yang harus dihentikan jika mendukung praktik tersebut.
Albanese menegaskan Israel, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pendudukan, harus dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, Indonesia perlu mengevaluasi berbagai bentuk hubungan yang berpotensi mendukung atau melegitimasi pendudukan tersebut.
Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mengidentifikasi keterlibatan dalam praktik ilegal. Jika ditemukan keterlibatan atau persekongkolan, hubungan terkait harus dihentikan.
“Jika ditemukan adanya keterlibatan atau persekongkolan, maka hubungan tersebut harus diputus. Inilah langkah pertama yang akan saya ambil,” kata Albanese.
Di tengah desakan evaluasi hubungan ekonomi, jumlah korban akibat serangan Israel di Gaza terus bertambah. Kantor berita Palestina WAFA melaporkan, korban tewas mencapai 74.480 orang dan 175.539 lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023.
Sumber medis melaporkan rumah sakit menerima lima jasad, termasuk empat korban yang baru tercatat, serta 22 korban luka dalam 24 jam terakhir. Sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober, korban tewas tercatat 1.522 orang dengan 5.421 korban luka.
Selain itu, sebanyak 839 jasad telah ditemukan sejak gencatan senjata berlaku. Sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan atau tergeletak di jalan karena tim ambulans dan penyelamat belum dapat menjangkau mereka.
Situasi tersebut menunjukkan besarnya dampak kemanusiaan yang masih berlangsung di wilayah Palestina. Albanese mendorong Indonesia menelusuri keterkaitan ekonominya dengan genosida Gaza dan memutus hubungan yang terbukti mendukung pendudukan ilegal. (*)
Sumber: Infobanknews. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.