Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Hari Santri Nasional, SANFFEST 2026 Didukung Kemenbud Undang Sineas Palestina dan Bosnia

SANFFEST 2026 menghadirkan sineas Palestina dan Bosnia untuk memperluas wawasan perfilman santri, dengan total hadiah Rp415 juta dan peluang mengikuti forum internasional

Sumber foto: VIVA Olret

JAKARTA, VIVA Olret – Santri Film Festival (SANFFEST) 2026 dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan menghadirkan sineas dari Palestina dan Bosnia dan Herzegovina untuk memperluas wawasan serta mengembangkan potensi perfilman di kalangan santri Indonesia. Mengusung tema The Verses in Motion, festival ini mendorong peserta mengadaptasi kisah-kisah Al-Qur'an menjadi karya film kreatif sekaligus mengeksplorasi isu internasional.

Ketua Komite SANFFEST 2026, Neno Warisman, mengatakan tema tersebut dipilih setelah penyelenggara melihat besarnya potensi santri pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Menurut dia, festival ini menjadi ruang bagi generasi muda pesantren untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mulai mengenal dunia perfilman internasional.

Neno menegaskan, proses pembuatan film tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan pemikiran kritis terhadap cerita dan isu yang diangkat. “Kita kepengin mereka berpikir, jadi bukan sekadar comot,” ujar Neno, menjelaskan pendekatan kreatif yang tetap berlandaskan kisah-kisah dalam Al-Qur'an, dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/10/2026).

Direktur Program SANFFEST 2026, Fadhli Sapawie, menyebut penyelenggaraan tahun ini dikembangkan lebih luas seiring besarnya antusiasme peserta dan dukungan pemerintah terhadap kegiatan perfilman santri. Penyelenggara juga membagi kompetisi ke dalam beberapa kategori agar lebih banyak kalangan dapat berpartisipasi sesuai latar belakang masing-masing.

Kategori Santri Pelajar diperuntukkan bagi peserta yang masih menempuh pendidikan hingga jenjang setara sekolah menengah atas atau madrasah aliyah. Sementara itu, kategori Santri Umum menyasar alumni pesantren dan peserta dari lingkungan pendidikan pesantren dengan batas usia maksimal 30 tahun.

SANFFEST 2026 juga menghadirkan kategori Film Inklusi yang memberikan ruang bagi peserta penyandang disabilitas dan santri dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui kategori tersebut, penyelenggara berupaya memberikan kesempatan berkompetisi yang lebih sesuai dengan kondisi peserta sekaligus mendorong keterlibatan yang lebih luas dalam perfilman.

Tiga sineas internasional yang hadir dalam SANFFEST 2026 adalah Ameen Nayfeh, Faruk Lončarević, dan Ahmed Mansour dengan latar belakang serta pengalaman berkarya yang beragam. Kehadiran mereka diharapkan memberikan kesempatan bagi santri untuk mengenal proses kreatif, bertukar gagasan, dan mempelajari perspektif perfilman dari negara lain.

Sumber: VIVA Olret. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with