Saudi Hancurkan 6 Drone yang Serang Madinah, Houthi Bantah Serangan
Koalisi pimpinan Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan enam drone di Provinsi Timur dan Madinah, di tengah bantahan keras dari kelompok Houthi.
Ketegangan militer di Semenanjung Arab kembali berada pada titik didih tertinggi. Koalisi militer internasional pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah berhasil mencegat dan menghancurkan sedikitnya enam unit pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan ke dalam wilayah kerajaan, termasuk yang mengarah ke kawasan kota suci Madinah.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara koalisi, Turki al-Malki, melalui serangkaian unggahan di platform media sosial X. Al-Malki mengonfirmasi bahwa gelombang serangan udara tersebut berhasil dilumpuhkan di wilayah Provinsi Timur Arab Saudi serta zona udara Madinah.
“Pencegatan ini beruntun terjadi sepanjang hari, dimulai dari emapt drone awal, dilanjutkan dengan serangan drone kelima di Provinsi Timur, hingga akhirnya drone keenam berhasil dijatuhkan oleh sistem pertahanan udara koalisi pada Rabu malam waktu setempat,” tulis AFP, Rabu (21/10/2026).
Kawasan Madinah sendiri memiliki posisi yang sangat krusial bagi dunia Islam sebagai kota tersuci kedua yang menampung Masjid Nabawi serta makam Nabi Muhammad SAW. Meskipun kelompok Houthi sebelumnya berjanji akan meluputkan Madinah dan Makkah dari sasaran perang, arah serangan drone tersebut memicu kecaman keras dari pihak koalisi.
Menanggapi tuduhan tersebut, kelompok Houthi di Yaman secara tegas melayangkan bantahan. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa pasukan mereka tidak melancarkan operasi militer apa pun yang menyasar jauh (deep operation) ke dalam wilayah teritorial Arab Saudi.
Bantahan ini menambah panjang daftar penyangkalan Houthi atas tuduhan Riyadh terkait gelombang serangan peluru kendali dan drone yang melintas batas negara. Meski demikian, Arab Saudi terus menjadi sasaran serangan intensif sepanjang bulan ini, termasuk insiden hantam rudal di bandara internasional Riyadh yang menjadi salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Eskalasi militer yang terus memburuk ini merupakan buntut dari runtuhnya kesepakatan gencatan senjata empat tahun pada Juni lalu. Kolapsnya kesepakatan damai tersebut menghidupkan kembali bara perang saudara Yaman yang pertama kali pecah pada tahun 2014 silam.
Sejak tahun 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi bertindak mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional untuk melawan milisi Houthi. Dengan kegagalan diplomasi dan maraknya serangan udara Lintas batas ini, prospek perdamaian di kawasan tersebut diproyeksikan akan semakin sulit dicapai dalam waktu dekat.
Sumber: BeritaSatu.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.