Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Houthi

Suriah dan Arab Saudi Dikabarkan Bakal Kirim 10.000 Pejuang ke Yaman Lawan Houthi

Suriah dan Arab Saudi dikabarkan membahas kemungkinan pengerahan sekitar 10.000 pejuang Suriah ke Yaman untuk menghadapi gerakan Houthi.

Sumber foto: Serambinews.com

Suriah dan Arab Saudi dikabarkan membahas kemungkinan pengerahan sekitar 10.000 pejuang Suriah ke Yaman untuk menghadapi gerakan Houthi. Rencana tersebut juga disebut-sebut membuka peluang keterlibatan kombatan asing dalam konflik yang masih membayangi kawasan Timur Tengah itu.

Laporan surat kabar Lebanon, Al-Akhbar, yang mengutip sumber-sumber Yaman, Rabu menyebutkan bahwa delegasi militer Suriah telah membahas rencana pengerahan pasukan tersebut saat berada di Arab Saudi.

Delegasi itu dilaporkan mencakup Brigadir Jenderal Khaled Khattab, mantan komandan faksi Ansar al-Tawhid yang kini memimpin Divisi ke-82, serta Brigadir Jenderal Haitham al-Ali, yang dikenal dengan nama Abu Muslim. Ia merupakan komandan Korps Ketiga dan mantan anggota Hay’at Tahrir al-Sham.

Sebelumnya, Reuters dan Axios pada 7 Oktober melaporkan bahwa Riyadh dan Damaskus telah membahas kemungkinan pengiriman pasukan Suriah ke Yaman.

Axios memperkirakan jumlah personel yang berpotensi dikerahkan berkisar 10.000 hingga 20.000 pejuang. Divisi ke-84 dan Divisi ke-90 disebut sebagai beberapa opsi yang dipertimbangkan.

Namun, laporan tersebut belum menjadi konfirmasi bahwa pengerahan pasukan benar-benar akan dilakukan.

Penasihat media kepresidenan Suriah, Ahmed Zaidan, membantah bahwa negaranya telah menerima permintaan dari Arab Saudi. Seorang diplomat Suriah juga menyatakan bahwa setiap bentuk kerja sama militer harus melalui jalur resmi, sementara pemulihan kondisi dalam negeri tetap menjadi prioritas Damaskus.

Selain membahas kemungkinan pengerahan pasukan, Al-Akhbar melaporkan adanya puluhan pelatih drone asal Suriah yang ditempatkan di sejumlah lokasi di wilayah selatan Arab Saudi dan Yaman.

Mengutip sumber yang dekat dengan pemerintah Yaman yang berkedudukan di Aden, surat kabar tersebut menyebut para pelatih itu bertugas melatih anggota pasukan Nation’s Shield dan Giants Brigades.

Operator drone asal Suriah juga dilaporkan telah membentuk unit di dalam Emergency Forces di Arab Saudi.

Sementara itu, sejumlah sumber di Sanaa menuding adanya keterlibatan pihak asing dalam aktivitas militer di wilayah selatan Selat Bab al-Mandab. Mereka juga menyebut adanya kehadiran personel Pakistan dalam jumlah terbatas.

Seorang sumber militer di Sanaa mengatakan kepada Al-Akhbar bahwa jika keterlibatan Suriah benar terjadi, kemungkinan aktivitas tersebut dilakukan secara tidak resmi.

Sumber itu menuduh Amerika Serikat, Turki, Qatar, dan Arab Saudi memfasilitasi pemindahan para militan sebagai bagian dari operasi intelijen rahasia. Tuduhan tersebut merupakan klaim sumber yang dikutip surat kabar itu dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang terverifikasi secara independen.

Laporan Al-Akhbar juga mengutip pemberitaan Sham TV mengenai perekrutan pejuang asing dengan tawaran gaji dan berbagai insentif. Salah satu tawaran yang disebutkan adalah kesempatan menunaikan ibadah haji dan umrah, dengan kemungkinan keluarga para pejuang tersebut turut dibawa pada tahap berikutnya.

Sumber: Serambinews.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with