Demo di Kantor Gubernur Aceh Ricuh, Mahasiswa Tuntut Penetapan Bencana Nasional
Aksi demonstrasi Front Mahasiswa Aceh Resisten di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu 21 Oktober 2026, diwarnai pelemparan batu ke arah petugas keamanan. Polisi membubarkan massa setelah mengimbau demonstran...

Banda Aceh – Aksi demonstrasi Front Mahasiswa Aceh Resisten di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu 21 Oktober 2026, diwarnai pelemparan batu ke arah petugas keamanan. Polisi membubarkan massa setelah mengimbau demonstran menghentikan aksi karena waktu penyampaian aspirasi telah berakhir.
Massa yang berjumlah sekitar seratus orang itu menuntut pemerintah menetapkan banjir dan longsor di Aceh pada akhir November 2025 sebagai bencana nasional. Mereka juga meminta pemerintah menetapkan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia sebagai bencana nasional.
Sebelum menuju Kantor Gubernur Aceh, massa berkumpul di depan Stadion H. Dimurthala, Lampineung, kemudian berjalan kaki menuju lokasi aksi. Sebagian demonstran mengenakan pakaian hitam, tanpa almamater, dan menutup wajah.
Setibanya di depan kantor gubernur, massa mendesak masuk ke pekarangan untuk menemui langsung Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. Mereka meminta agar aspirasi disampaikan langsung kepada gubernur.
Kericuhan terjadi sekitar pukul 18.26 WIB. Setelah batu dilemparkan ke arah petugas, aparat membubarkan massa dan mengejar sejumlah demonstran yang berlarian ke arah Jalan Teungku Nyak Makam, Lampineung. Sejumlah demonstran dilaporkan diamankan polisi, tetapi jumlahnya belum diketahui.
Sebelum kericuhan, aparat kepolisian dan Satpol PP-WH bersiaga di sekitar kantor gubernur. Sejumlah kendaraan taktis kepolisian, mobil pengurai massa, mobil meriam air, kendaraan barikade, dan ambulans juga terlihat di lokasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 19.50 WIB, massa aksi sudah tidak terlihat di depan Kantor Gubernur Aceh, sementara aparat keamanan masih berjaga di sekitar kawasan tersebut. Hingga saat itu, belum dapat dipastikan apakah aksi demonstrasi telah berakhir atau massa akan kembali melanjutkan aksi pada malam hari.
Dalam tuntutannya, massa mendesak pemerintah menetapkan banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 sebagai bencana nasional. Mereka menilai penanganan bencana tersebut masih lamban meskipun telah berlangsung hampir setahun.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.