Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Netanyahu Bisa Lengser, tetapi Perang Israel Melawan Iran Belum Tentu Berakhir

Pemilu Israel pekan depan berpotensi menghadirkan pemimpin baru, tetapi kebijakan perang Israel melawan Iran tetap sama.

Sumber foto: Kompas.com

Kemenangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama koalisi sayap kanannya dinilai dapat meningkatkan eskalasi perang melawan Iran sekaligus memperkuat kendali Israel atas Tepi Barat.

"Jika Netanyahu terpilih, ia akan melakukan apa pun yang ia inginkan," kata Aviv Bushinsky, mantan penasihat Netanyahu.

"Perluasan permukiman akan terus berlanjut. Perang melawan Iran, Hamas, dan Hizbullah juga akan terus berlangsung," lanjutnya.

Bushinsky memperkirakan kebijakan Israel setelah pemilu bahkan bisa menjadi lebih agresif.

Pada Minggu (18/10/2026), Netanyahu menegaskan bahwa Israel harus mengutamakan pencegahan dan serangan dibandingkan pembendungan dan pertahanan.

Strategi tersebut mencakup serangan pendahuluan terhadap ancaman, penguatan posisi Israel sebagai kekuatan regional, serta peningkatan kemandirian persenjataan.

Pemilu Israel mempertemukan Partai Likud pimpinan Netanyahu beserta sekutu ultranasionalisnya dengan oposisi yang dipimpin Partai Yashar, yang memiliki tokoh utama mantan kepala militer Gadi Eisenkot.

Analis Palestina, Ghassan al-Khatib, menilai kedua kubu memiliki pandangan serupa terkait Palestina.

"Inti kebijakannya tetap sama: menolak negara Palestina dan terus memperluas permukiman. Dalam hal ini, mereka semua sepakat," ujarnya.

Menurut al-Khatib, pemerintahan oposisi mungkin berupaya memperbaiki citra internasional Israel dengan membatasi kekerasan pemukim atau melanjutkan perluasan permukiman secara lebih tersembunyi.

Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with