Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

Komnas Haji Soroti Risiko Konflik Houthi-Arab Saudi terhadap Pelaksanaan Haji

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengingatkan konflik Houthi-Arab Saudi berpotensi memengaruhi pelaksanaan ibadah haji 2027. Ia khawatir konflik berkepanjangan tidak hanya meningkatkan biaya, tetapi juga mengganggu keberangkatan jemaah dari berbagai...

Sumber foto: RRI.co.id

Jakarta – Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengingatkan konflik Houthi-Arab Saudi berpotensi memengaruhi pelaksanaan ibadah haji 2027. Ia khawatir konflik berkepanjangan tidak hanya meningkatkan biaya, tetapi juga mengganggu keberangkatan jemaah dari berbagai negara.

Mustolih menilai situasi saat ini berbeda dari ketegangan sebelumnya di Timur Tengah. Menurutnya, Arab Saudi kini terlibat langsung dalam konflik, tidak lagi bersikap pasif seperti sebelumnya.

“Banyak yang memprediksikan seandainya konflik berkepanjangan, dikhawatirkan bukan hanya berdampak pada biaya, tapi juga apakah hajinya bisa terlaksana. Kalau kemarin-kemarin Saudi pasif saja, nah hari ini Arab Saudi aktif,” ujar Mustolih dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu, 21 Oktober 2026.

Mustolih menyebut Arab Saudi mengambil langkah ofensif setelah menghadapi ancaman berulang. Ia juga menyinggung laporan mengenai pesawat nirawak yang memasuki Kota Makkah di tengah ketegangan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan langsung Arab Saudi membuat perkembangan konflik perlu dicermati negara-negara pengirim jemaah. Ia menilai situasi keamanan dapat memengaruhi kesiapan penyelenggaraan haji mendatang.

Mustolih membandingkan kondisi tersebut dengan konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat pada tahun sebelumnya. Saat itu, menurutnya, ketegangan mereda menjelang pemberangkatan sehingga jemaah Indonesia tetap dapat berangkat.

“Ketika konflik terbatas antara Iran dengan Israel dan Amerika, tahun lalu kita ketar-ketir, apakah mau memberangkatkan atau tidak. Tapi karena perangnya terbatas kemudian menjelang pemberangkatan haji dari berbagai negara, terutama Indonesia, perangnya kemudian berhenti,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah haji sangat bergantung pada perkembangan keamanan di kawasan tersebut. Jika konflik meluas dan berlangsung lama, keberangkatan jemaah berpotensi menghadapi ketidakpastian.

Mustolih mewaspadai kemungkinan keterlambatan jika konflik berlanjut hingga Ramadan atau Syawal. Dalam situasi tersebut, opsi penundaan keberangkatan juga berpotensi menjadi pertimbangan.

Kementerian Haji dan Umrah sebelumnya telah mengumumkan rencana jadwal operasional haji 2027. Jadwal tersebut mencakup keberangkatan mulai April dan pemulangan jemaah hingga Juni.

“Kemarin Kemenhaj sudah mengumumkan rencana jadwal operasional penyelenggara ibadah haji. Jadwal hajinya jelas, bulan April sampai Juni pemulangan,” ucapnya.

Mustolih menilai pengumuman jadwal sejak awal memberi kepastian bagi calon jemaah dalam mempersiapkan keberangkatan. Namun, perkembangan keamanan tetap harus dipantau agar potensi gangguan terhadap pelaksanaan haji dapat diperhitungkan.

Ia juga mendorong calon jemaah mempersiapkan kondisi keuangan dan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan keberangkatan. Menurutnya, risiko konflik perlu diantisipasi karena dampaknya dapat meluas dari biaya hingga kelancaran penyelenggaraan haji. (Shafira Nursyifa)

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with