Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Prabowo Singgung Ketahanan Nasional di Tengah Situasi Geopolitik Dunia: Kita Tak Mau Ikut Blok Manapun

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional, menyelamatkan kekayaan alam, dan mengutamakan kepentingan rakyat di

Sumber foto: VIVA.co.id

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional, menyelamatkan kekayaan alam, dan mengutamakan kepentingan rakyat di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pengantarnya saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) bertajuk 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).

“Saudara-saudara, inti yang ingin saya sampaikan, yang sudah berkali-kali saya sampaikan kepada saudara-saudara, kita sekarang berada dalam kondisi harus survival, kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita. Kekayaan kita, sumber alam kita itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” tegas Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, tantangan yang dihadapi Indonesia juga dialami banyak negara lain. Karena itu, pemerintah harus menempatkan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan. Prinsip tersebut, kata Presiden, menjadi landasan dalam menjalankan politik dalam negeri maupun hubungan internasional.

Dalam bidang diplomasi, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mempertahankan politik luar negeri yang menghormati seluruh negara, tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu, serta mengedepankan hubungan persahabatan.

“Saya sudah sampaikan, garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa pendekatan tersebut diwujudkan melalui kebijakan bertetangga baik atau good neighbor policy, yang telah dijalankannya sejak menjabat Menteri Pertahanan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Indonesia, menurutnya, harus terus membangun kerja sama dengan negara-negara tetangga tanpa mengorbankan prinsip kedaulatan dan amanat konstitusi.

“Kita tidak mau ikut blok manapun. Kita tidak mau ikut pakta-pakta militer manapun. Kita hormati, kita tidak mau terlibat. Tapi kita sesuai dengan undang-undang dasar kita, kita anti-imperialisme. Kita anti penjajahan,” kata Presiden.

Sejalan dengan kebijakan luar negeri tersebut, Presiden menekankan bahwa politik dalam negeri harus berorientasi pada kepentingan bangsa, bukan kepentingan kelompok atau golongan.

Ia menilai situasi global yang penuh kerawanan menuntut seluruh kekuatan nasional untuk bekerja sama, terlebih ketika persoalan politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan semakin saling berkaitan.

Sumber: VIVA.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with