Iran desak Azerbaijan dengarkan protes pembatasan hijab di sekolah
Pemerintah Iran berharap Azerbaijan mendengarkan aspirasi masyarakat yang memprotes pembatasan pemakaian hijab di sekolah negeri. Teheran meminta negara tetangganya itu ANTARA News riau 2 ...

Teheran (ANTARA) – Pemerintah Iran berharap Azerbaijan mendengarkan aspirasi masyarakat yang memprotes pembatasan pemakaian hijab di sekolah negeri. Teheran meminta negara tetangganya itu menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengedepankan dialog, saling pengertian, dan penghormatan terhadap hak-hak dasar warga negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan harapan tersebut dalam konferensi pers pada Selasa. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan nilai-nilai bersama dan kepentingan masyarakat dalam menangani persoalan yang memicu kontroversi tersebut.
“Kami berharap negara yang memiliki hubungan baik dengan kami… dapat menyelesaikan persoalan ini dalam suasana saling pengertian, dengan mempertimbangkan nilai-nilai bersama dan penghormatan terhadap hak-hak dasar warga negara,” kata Baqaei.
Kontroversi ini mencuat setelah pemerintah Azerbaijan pada September mengubah peraturan mengenai penampilan siswa di sekolah negeri. Aturan baru tersebut melarang penggunaan pakaian yang tidak sesuai dengan ketentuan seragam maupun karakter sekuler sistem pendidikan negara itu.
Anggota parlemen Azerbaijan, Jeyhun Mammadov, mengatakan reformasi tersebut bertujuan menghapus perbedaan di lingkungan sekolah yang didasarkan pada latar belakang agama, etnis, maupun faktor lainnya.
Namun, meski hijab tidak disebutkan secara eksplisit dalam peraturan tersebut, penerapannya berdampak pada siswi Muslim yang mengenakan kerudung. Kondisi itu memicu protes publik dan memperluas perdebatan mengenai penerapan prinsip sekularisme serta ruang bagi ekspresi keagamaan di lingkungan pendidikan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ketegangan juga diwarnai tindakan aparat keamanan. Pada 12 Oktober, Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan menyatakan bahwa 37 orang ditangkap di Baku karena mengganggu ketertiban umum. Sementara itu, media lokal melaporkan jumlah orang yang ditahan sejak peristiwa tersebut telah melampaui 200 orang.
Di tengah perkembangan tersebut, Dewan Media Azerbaijan menuduh Iran dan Turki melancarkan serangan informasi yang terkoordinasi. Tuduhan itu menambah dimensi ketegangan dalam isu yang tidak hanya menyangkut kebijakan pendidikan, tetapi juga hubungan antarnegara.
Pernyataan Teheran menunjukkan harapan agar persoalan pembatasan hijab di sekolah Azerbaijan dapat diselesaikan melalui dialog dan pertimbangan terhadap aspirasi masyarakat, tanpa mengabaikan hak-hak dasar warga negara.
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan Editor: Vienty Kumala COPYRIGHT © ANTARA 2026
Sumber: ANTARA News Riau. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.