Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Harapan Diplomasi AS Iran

Harga minyak WTI dan Brent melemah setelah harapan diplomasi AS Iran menguat, meski serangan terhadap kapal tanker dan infrastruktur minyak meningkat.

Sumber foto: Lensa Hukum

Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Selasa ketika pelaku pasar berharap upaya diplomasi Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat mencapai kemajuan. Dilansir dari Detik Finance, penurunan harga terjadi meski serangan terhadap kapal tanker dan infrastruktur minyak di Timur Tengah meningkat, sehingga ketidakpastian pasokan energi global masih membayangi pasar. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November turun 1,8% menjadi US$ 101,79 per barel, setelah sebelumnya menyentuh US$ 110,48 per barel.

Kontrak November tersebut berakhir pada Selasa, sedangkan kontrak WTI Desember turun 26 sen menjadi US$ 98,28 per barel. Untuk minyak mentah Brent pengiriman Desember, harga terkoreksi 0,7% menjadi US$ 108,79 per barel. Nilai tersebut berada di bawah level tertinggi perdagangan yang mencapai US$ 111,99 per barel.

Situasi keamanan di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian karena jalur pelayaran strategis itu mengalami peningkatan serangan terhadap kapal komersial. Pelacak kapal Kpler mencatat sedikitnya 18 kapal menjadi sasaran serangan selama dua pekan terakhir.

Korps Garda Revolusi Iran menyatakan pada Selasa bahwa dua kapal tanker minyak yang disebutnya tidak patuh terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau yang dipasang unit angkatan lautnya. Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan negara Iran melaporkan pernyataan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei memperingatkan bahwa negaranya akan memberikan balasan atas setiap serangan AS dengan kekuatan yang setara atau lebih besar. Pernyataan tersebut muncul ketika perkembangan konflik regional terus memengaruhi sentimen pasar energi.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan pada awal bulan ini bahwa pasukan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu yang dijadwalkan pada 3 November. Analis PVM Oil Associates Tamas Varga menilai penguatan harga WTI pada kontrak terdekat menjelang berakhirnya masa kontrak mencerminkan ketatnya pasokan minyak mentah global. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan penurunan volume ekspor dari Timur Tengah akibat meningkatnya serangan terhadap kapal tanker dan infrastruktur energi.

Varga menjelaskan bahwa gangguan ekspor menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga minyak. Ia juga menyoroti keputusan AS untuk mengecualikan armada bayangan Rusia dari sanksi, yang dinilai dapat menekan biaya pengiriman dan memengaruhi permintaan minyak mentah asal AS. "Ini mencerminkan penurunan volume ekspor dari Timur Tengah seiring dengan meningkatnya serangan terhadap kapal tanker dan serangan Houthi terhadap infrastruktur minyak Saudi. Kedua, keputusan AS untuk mengecualikan armada bayangan Rusia dari sanksi akan mendorong tarif pengiriman lebih rendah, yang merupakan faktor penghambat peningkatan permintaan minyak mentah yang bersumber dari AS," ujar Tamas Varga, analis PVM Oil Associates.

Sumber: Lensa Hukum. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with