Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Undana Masuk Lima Besar Nasional, Raih Hibah Mahasiswa Rp581,5 Juta

Universitas Nusa Cendana (Undana) meraih hibah Program Aksara Mahasiswa 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) senilai Rp581,57 juta ANTARA News ntt 5 ...

Sumber foto: ANTARA News

Kupang (ANTARA) – Universitas Nusa Cendana (Undana) meraih hibah Program Aksara Mahasiswa 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) senilai Rp581,57 juta melalui enam tim mahasiswa yang masuk lima besar perguruan tinggi negeri penerima pendanaan terbanyak secara nasional.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undana Prof. Yosep Seran Mau mengatakan pendanaan tersebut menjadi peluang bagi mahasiswa untuk menerapkan hasil kajian akademik dalam menjawab persoalan masyarakat, terutama di wilayah perdesaan dan daerah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pencapaian ini merupakan cerminan dari dedikasi dan kolaborasi lintas disiplin yang kuat di lingkungan universitas. LPPM Undana siap berdiri di garda terdepan untuk memfasilitasi, mendampingi, serta mengawal seluruh proses implementasi program di lapangan secara transparan dan akuntabel agar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang.

Berdasarkan pengumuman Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Nomor 1386/DST/C3/DT.06.01/2026 tertanggal 7 Oktober 2026, enam tim mahasiswa Undana menerima pendanaan melalui dua skema, yakni satu tim pada skema Aksara Sirkular dan lima tim pada skema Aksara Peduli.

Kontrak pendanaan program tersebut ditandatangani di Auditorium Graha Diktisaintek, Jakarta, pada 12 Oktober 2026. Penandatanganan dihadiri Yosep bersama jajaran pimpinan Kemendiktisaintek.

Pada skema Aksara Sirkular, tim Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana yang dipimpin Petrus R. Nori, dengan dosen pembimbing Dr. Fidelis Nitti, memperoleh dana Rp101,99 juta untuk program transfer teknologi pemupukan organik terintegrasi irigasi guna meningkatkan hasil pertanian di Desa Noemeto.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sementara itu, lima tim lainnya menerima pendanaan melalui skema Aksara Peduli untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, dan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Tim Marcela W. Gadi dari Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP), dengan dosen pembimbing Grace Maranatha, memperoleh dana Rp110,86 juta untuk program kemandirian pangan di Sumba Barat Daya.

Tim Maria A. Bay dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), di bawah bimbingan Maria Agnes Etty Dedy, memperoleh dana Rp93,53 juta untuk penguatan komunitas pascagempa di Manggarai Barat.

Selanjutnya, tim Glen Rezy Snae dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dengan dosen pembimbing Sri Kurniati, mendapatkan dana Rp100 juta untuk pengembangan industri minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Tim Adrian Bunga dari Fakultas Hukum, dengan dosen pembimbing Sudirman S., memperoleh dana Rp108 juta untuk mengembangkan teknologi penjernih air bertenaga surya bagi pengungsi gempa di Manggarai.

Adapun tim Rio Adrian Tully dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dengan dosen pembimbing Apriana H.J. Fanggidae, menerima dana Rp67,19 juta untuk program penguatan ekonomi perempuan korban gempa di Kabupaten Sikka.

Berbagai program tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas ekonomi lokal.

Pengembangan pupuk organik terintegrasi irigasi diharapkan mendukung produktivitas pertanian, sedangkan teknologi penjernih air bertenaga surya ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak bencana.

Program lainnya berfokus pada kemandirian pangan, pengembangan usaha VCO, penguatan komunitas pascagempa, serta pemberdayaan ekonomi perempuan agar masyarakat memiliki kemampuan lebih baik dalam memulihkan kondisi sosial dan ekonomi.

LPPM Undana akan mendampingi pelaksanaan program tersebut melalui mekanisme pengelolaan hibah yang mengacu pada ketentuan Kemendiktisaintek. Pencairan dana dilakukan dalam dua tahap, yakni 80 persen pada tahap pertama dan 20 persen pada tahap kedua.

Pendampingan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana, penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan, dan hasil kegiatan memberikan manfaat bagi masyarakat sasaran.

Melalui pendanaan ini, Undana mendorong mahasiswa dan dosen untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Keberhasilan enam tim tersebut juga diharapkan meningkatkan keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana, memperkuat ekonomi masyarakat perdesaan, serta mendorong penerapan hasil penelitian untuk pembangunan di NTT.

Pewarta : Kornelis Kaha Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Sumber: ANTARA News. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with