Kepala BNPB tanggapi usulan tetapkan karhutla sebagai bencana nasional
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menanggapi usulan untuk menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana ANTARA News sumbar 21 ...

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menanggapi usulan untuk menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.
"Status bencana nasional, nanti kita lihat. Apa sih untuk menentukan tingkatan status bencana nasional," kata Kristomei di Istana Negara Jakarta, Kamis.
Dia menegaskan bahwa hal yang lebih penting dalam penanganan bencana adalah kecepatan respons, baik ketika bencana berstatus nasional maupun daerah.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
"Tapi kan terpenting, apa statusnya bencana nasional kek, maupun bencana daerah kek, responsnya apa? Kecepatannya apa? Jangan sampai namanya besar, tapi kan responsnya enggak ada,” ujarnya.
Kristomei mengatakan penanganan bencana harus berorientasi pada tindakan cepat untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat, termasuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Terkait penanganan karhutla, dia menargetkan upaya pemadaman dilakukan secepat mungkin. Menurut dia, respons terhadap bencana harus dihitung dalam hitungan menit, bukan jam.
Dia juga menyatakan akan memeriksa data luas karhutla berdasarkan pemantauan satelit Sipongi dan NASA untuk mengetahui luasan kebakaran serta dampaknya.
"Saya cek dulu data fakta yang ada saat ini berdasarkan satelit, satelit Sipongi kan ada tuh. Kemudian hasil pantauan NASA juga. Berapa sih luasan yang sebenarnya itu? Kan itu bisa dihitung, gitu loh. Dan dampaknya apa? Gitu," ucapnya.
Selain itu, BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan, termasuk kemungkinan dukungan dari luar negeri.
Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta kepada pemerintah agar menetapkan status bencana nasional atas kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, sejak tiga bulan lalu.
Dia mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan upaya, tapi upaya tersebut masih belum menunjukkan hasil signifikan, karena asap masih tebal yang berdampak pada aktivitas masyarakat, mengganggu penerbangan, kesehatan, sekolah dan ekonomi masyarakat.
"Kondisi saat ini sudah diambang sangat berbahaya bagi Kesehatan masyarakat, tiga bulan karhutla sudah seperti hidup di neraka bagi masyarakat terdampak," kata Daniel di Jakarta, Senin (12/10).
Sumber: ANTARA News Sumbar. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.