Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Harga Minyak Turun, tapi Risiko Perang Belum Surut

Harga minyakturun setelah menyentuh level tertinggi 5 bulan. Upaya mediasi Iran-Pakistan belum menghapus risiko perang

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Selasa (20/10/2026), setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan. Pelaku pasar mencermati upaya mediasi Iran dan Pakistan di tengah berlanjutnya serangan Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi serta laporan serangan terhadap kapal di kawasan Teluk.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup turun 76 sen (0,69%) menjadi US$ 108,79 per barel. Padahal, harga Brent sempat menyentuh US$ 111,99 per barel pada sesi perdagangan yang sama, level tertinggi dalam lima bulan.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November, yang berakhir pada Selasa, anjlok US$ 1,87 (1,8%) menjadi US$ 101,79 per barel. Harga kontrak tersebut sebelumnya sempat mencapai US$ 110,48 per barel, tertinggi sejak April untuk kontrak terdekat.

Adapun kontrak WTI pengiriman Desember yang lebih aktif diperdagangkan ditutup turun 72 sen menjadi US$ 97,82 per barel.

Koreksi harga minyak terjadi ketika Presiden Iran Masoud Pezeshkian membahas upaya mediasi dan perkembangan regional dalam pertemuan dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir di Teheran, menurut laporan media Iran Nournews pada Selasa.

Pakistan sebelumnya berperan dalam upaya mediasi yang menghasilkan kesepakatan damai sementara pada Juni. Namun, kesepakatan tersebut segera melemah setelah pertempuran baru antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali pecah beberapa pekan kemudian.

Di sisi lain, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan terhadap target energi, bandara, dan militer Arab Saudi pada Senin (19/10/2026). Target yang disebut mencakup fasilitas Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta Bandara Abha.

Otoritas Arab Saudi belum segera mengonfirmasi klaim tersebut. Reuters juga menyatakan belum dapat memverifikasinya secara independen.

Sumber: investor.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with