Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Houthi

Serangan Houthi ke Pangkalan Militer Shabwa Tewaskan 73 Orang

Kelompok Houthi serang pangkalan militer di Shabwa, Yaman tenggara. 73 orang tewas & puluhan terluka akibat eskalasi konflik.

Konflik bersenjata di Yaman kembali memanas secara drastis. Kelompok Ansar Allah, atau yang lebih dikenal sebagai Houthi, melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah pusat pelatihan dan perekrutan keamanan di pangkalan militer Provinsi Shabwa, wilayah tenggara Yaman.

Berdasarkan pembaruan data dari otoritas setempat pada Selasa (20/10/2026), insiden berdarah tersebut dipastikan telah menewaskan sedikitnya 73 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

"Gubernur Provinsi Shabwa, ketika insiden tersebut terjadi, meninjau angka terbaru korban tewas dan cedera. Jumlah korban tewas telah meningkat jadi 73 orang, sementara operasi pencarian berlanjut untuk menemukan 14 orang lainnya yang masih belum diketahui nasibnya," tulis pernyataan resmi otoritas Provinsi Shabwa melalui media sosial yang dikutip Sputnik, Selasa.

Sebelumnya, sumber dari otoritas lokal menyampaikan kepada kantor berita RIA Novosti bahwa sedikitnya 53 orang dilaporkan tewas di lokasi kejadian dan lebih dari 200 orang lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman serangan di pangkalan pelatihan tersebut.

Pihak kelompok Houthi sendiri telah mengeluarkan konfirmasi resmi dan mengakui bertanggung jawab penuh atas serangan udara terhadap fasilitas militer di Yaman tenggara tersebut.

Pecahnya Kembali Permusuhan Antar-Fraksi

Serangan besar ini menandai memuncaknya kembali ketegangan antara kelompok Houthi dan pasukan pendukung pemerintah resmi Yaman yang disokong oleh Arab Saudi. Kontak senjata dan perselisihan militer kembali pecah sejak Agustus 2026, mengakhiri periode relatif tenang dan jeda pertempuran yang sempat bertahan selama hampir empat tahun.

Eskalasi permusuhan ini kembali tersulut setelah kelompok Houthi mulai melancarkan rentetan serangan terhadap kapal-kapal tanker milik Arab Saudi di perairan strategis Laut Merah. Aksi penyerangan kapal tersebut diakui Houthi sebagai bentuk balasan langsung atas serangan udara sebelumnya yang dihantamkan pasukan pemerintah Yaman ke arah Bandara Internasional Sanaa.

Kembali memanasnya pertempuran di darat dan laut ini memicu kekhawatiran baru di kalangan pengamat internasional terkait potensi memburuknya krisis kemanusiaan serta stabilitas jalur pelayaran global di Semenanjung Arab.

Konflik bersenjata di Yaman telah berlangsung sejak 2014 ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan menggulingkan pemerintahan yang diakui secara internasional. Konflik tersebut meluas menjadi perang regional pada 2015 setelah koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman.

Meskipun sempat dicapai gencatan senjata yang memicu stabilitas rapuh selama beberapa tahun terakhir, akar ketegangan politik dan militer belum sepenuhnya terselesaikan.

Penguasaan Houthi atas wilayah utara serta akses strategis ke Laut Merah menjadikan jalur pelayaran internasional sebagai arena eskalasi militer. Serangan balasan terhadap pangkalan militer di Shabwa menunjukkan bahwa konfrontasi antar-fraksi kini kembali meluas ke kawasan selatan dan tenggara Yaman, yang berpotensi memicu gelombang kekerasan baru di wilayah tersebut.

Sumber: investor.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with