Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Wamendagri Dorong Demak Jadi Model Penanganan TBC Nasional

Wamendagri Akhmad Wiyagus mendorong daerah lain meniru Demak yang mencapai 73 persen terapi pencegahan TBC melalui kolaborasi lintas sektor.

Sumber foto: www.suaralandak.co.id

Keberhasilan Kabupaten Demak mencapai sekitar 73 persen dalam pelaksanaan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) mendorong pemerintah pusat menjadikan daerah tersebut sebagai contoh bagi kabupaten lain. Dilansir dari Indoposco, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menilai capaian ini didukung kepemimpinan daerah dan kerja sama berbagai pihak. Pernyataan tersebut disampaikan Wiyagus ketika meninjau pelayanan penemuan kasus aktif tuberkulosis atau active case finding TBC di Pendopo Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan itu terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta layanan spesialis keliling. Menurut Wiyagus, pengalaman Demak memperlihatkan bahwa besarnya anggaran tidak selalu berbanding lurus dengan hasil program. Koordinasi dan kinerja para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan upaya pencegahan TBC.

“Ini menarik, ternyata anggaran tidak selalu linier dengan capaian. Ini tidak lepas dari kinerja dan kolaborasi antarpemangku kepentingan,” ujar Wiyagus.

Capaian TPT di Demak yang mencapai sekitar 73 persen disampaikan berdasarkan paparan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus. Wiyagus mengapresiasi Bupati Demak atas kemampuannya mengoordinasikan berbagai unsur untuk mendukung program penanggulangan tuberkulosis. Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah melibatkan aparat kewilayahan untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) turut berperan dalam kegiatan edukasi mengenai TBC.

Melalui kunjungan dari rumah ke rumah, aparat membantu menjelaskan informasi tentang penyakit tersebut sekaligus mendorong warga agar bersedia menjalani pemeriksaan dan pengobatan. Pendekatan langsung ini menjadi bagian dari keterlibatan lintas sektor dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Wiyagus. Ia menilai pengalaman Demak layak dijadikan rujukan bagi pemerintah kabupaten lain dalam memperkuat pelaksanaan program penanganan TBC di wilayah masing-masing.

“Saya akan mengangkat model penanganan TBC di Kabupaten Demak Jawa Tengah ini menjadi model yang harus diadopsi oleh seluruh kabupaten yang ada di Indonesia,” tegas Wiyagus.

Untuk memperluas penerapan praktik tersebut, Wiyagus menekankan perlunya koordinasi yang berkesinambungan antara pemerintah daerah dan instansi vertikal. Kerja sama melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dinilai dapat memperkuat pelaksanaan program kesehatan sekaligus membantu menjangkau lebih banyak warga.

Wiyagus juga berencana menghubungi para bupati dari daerah yang pernah dikunjunginya. Komunikasi tersebut akan diarahkan untuk mendorong pertukaran pengalaman dengan Pemerintah Kabupaten Demak mengenai pelaksanaan program penanganan TBC. Melalui pertukaran praktik tersebut, pemerintah daerah lain dapat mempelajari pendekatan yang telah dijalankan di Demak.

Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah agar pelaksanaan program dapat diperkuat sesuai konteks daerah. Upaya penanggulangan tuberkulosis, menurut Wiyagus, berkaitan dengan pemenuhan hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Peran pemerintah dalam menyediakan layanan dan memperkuat pencegahan penyakit juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber: www.suaralandak.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with