Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Menteri Pertahanan Baru, Iran Bakal Lebih Galak Halaman 1

Iran telah memiliki menteri pertahanan yang baru. Pada hari Minggu,  tanggal 18 Oktober 2026, Mehrdad Akhlaghi Ketabchi dilantik menjadi Menteri

Sumber foto: Kompasiana.com

Iran telah memiliki menteri pertahanan yang baru. Pada hari Minggu, tanggal 18 Oktober 2026, Mehrdad Akhlaghi Ketabchi dilantik menjadi Menteri Pertahanan menggantikan Aziz Nasirzadeh yang dikabarkan tewas dalam seragam Amerika Serikat dan Israel beberapa bulan yang lalu.

Dia memang tidak begitu dikenal oleh masyarakat umum, apalagi dunia internasional. Namun orang-orang yang mengenalnya menyebutkan bahwa Ketabchi adalah salah satu tokoh paling berbahaya di Iran.

Sebenarnya Intelejen Amerika Serikat telah berusaha memburu dan menemukan tokoh ini tetapi gagal. Hingga kemarin, Mehrdad Akhlaghi Ketabchi muncul dalam pelantikan sebagai Menteri Pertahanan Iran.

Data resmi mengatakan bahwa Mehrdad Akhlaghi Ketabchi telah menghabiskan lebih dari 42 tahun di Kementerian Pertahanan Iran dan beberapa lembaga yang terkait. Dia juga pernah bekerja dalam manajemen grup industri Syahid Bagheri , sebuah organisasi industri penerbangan serta organisasi industri pertahanan.

Dengan record seperti itu, maka Amerika Serikat sadar bahwa kini mereka berhadapan dengan seorang Menteri Pertahanan yang memiliki pengalaman panjang di sektor industri pertahanan , khususnya pengembangan rudal dan persenjataan.

Boleh dikatakan, karir Mehrdad Akhlaghi Ketabchi adalah mengembangkan rudal balistik dan berbagai sistem persenjataan termasuk jenis rudal sejjil dan Zulfiqar, serta beberapa senjata berpemandu presisi.

Mehrdad Akhlaghi Ketabchi mempunyai beberapa program kerja prioritas yang sejalan dengan keinginan parlemen Iran.

1. Memperluas produksi pertahanan melalui jaringan industri Iran.

2. Mempercepat pengembangan teknologi militer.

3. Memperkuat kerjasama dengan perusahaan swasta.

4. Menyesuaikan struktur kementerian dengan ancaman yang dihadapi saat ini.

5. Meningkatkan jumlah dan kualitas persenjataan strategis terutama rudal dan pesawat tanpa awak.

Sumber: Kompasiana.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with