Iran Siapkan Balasan Militer dan Tawarkan Pembukaan Selat Hormuz
Iran memperingatkan AS dan Israel dengan ancaman balasan militer, mengangkat menteri pertahanan baru, serta menawarkan pembukaan Selat Hormuz dalam tujuh hari.

Iran menggabungkan ancaman peningkatan kemampuan militer dengan tawaran diplomatik untuk meredakan ketegangan bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pada 18 Oktober 2026, pejabat keamanan Iran Mohsen Rezaei menyatakan angkatan bersenjata negaranya telah menyiapkan rencana operasi yang diklaim lebih menghancurkan daripada perang 12 dan 40 hari, sementara Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menawarkan pemulihan pelayaran normal di Selat Hormuz dalam tujuh hari jika Washington menyetujui persyaratan Teheran.
Di tengah situasi tersebut, parlemen Iran menyetujui Mehrdad Akhlaqi Ketabchi sebagai menteri pertahanan baru pada Minggu, menurut laporan ANTARA yang diterbitkan pada 20 Oktober 2026. Akhlaqi memperoleh 237 suara setuju dan 15 suara menolak dalam pemungutan suara yang diselenggarakan melalui konferensi video, sedangkan 25 suara lainnya dari total 277 suara tidak dirinci dalam laporan penyiar negara Iran, IRIB.
Akhlaqi menggantikan Aziz Nasirzadeh, yang dilaporkan tewas dalam serangan awal AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Setelah kematian Nasirzadeh, jabatan tersebut sementara dijalankan oleh Majid Ebn al-Reza.
Dalam pernyataan setelah pengesahan, Akhlaqi mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah untuk menghadapi kemungkinan penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB) oleh militer AS. Senjata konvensional tersebut dikenal dengan julukan Mother of All Bombs.
"Kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi tindakan semacam itu dan terus bekerja dengan penuh keyakinan," ujar Akhlaqi kepada wartawan.
Ia juga memperingatkan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan jatuhnya korban di kalangan personel militer Amerika jika senjata tersebut digunakan. Akhlaqi mengklaim kesiapan pertahanan Iran menjadi salah satu faktor yang membuat Washington belum menggunakan bom itu.
"Jika dia menjatuhkan satu bom, dia harus melihat berapa banyak pasukan yang harus dibawa keluar dari kawasan itu dalam posisi horizontal," ujar Akhlaqi.
Sebelum pengesahan parlemen, Akhlaqi telah memperingatkan bahwa serangan baru AS dan Israel akan dibalas dengan tindakan berskala besar. Ia juga menyatakan bahwa Washington dan sekutunya harus menanggung konsekuensi dari tindakan militer mereka, baik di tingkat regional maupun internasional.
"Jika musuh Amerika-Zionis kembali melakukan kesalahan perhitungan, respons bangsa Iran dan para pejuang Islam akan mengejutkan dan luas," kata Akhlaqi.
Akhlaqi menyebut dirinya telah masuk dalam daftar pembunuhan musuh-musuhnya selama 35 tahun. Ia juga berjanji memperkuat front perlawanan, istilah yang digunakan Teheran untuk jaringan sekutu dan kelompok yang sejalan dengan kepentingannya di kawasan.
Dalam agenda kerjanya, Akhlaqi memprioritaskan pengembangan industri pertahanan domestik, peningkatan riset, dan penyesuaian struktur Kementerian Pertahanan terhadap ancaman keamanan. Sebelum ditunjuk sebagai menteri, ia merupakan pejabat senior kementerian dan pernah memimpin Organisasi Industri Dirgantara Iran. Namanya juga tercantum dalam daftar individu yang dikenai sanksi AS terkait kegiatan yang berhubungan dengan program rudal Iran.
Di jalur diplomatik, Araghchi menyampaikan tawaran pembukaan kembali Selat Hormuz dalam pertemuan tingkat menteri Organisasi Kerja Sama Islam pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Menurut laporan Okezone pada 18 Oktober, Iran menyampaikan usulan tersebut melalui Qatar dengan syarat Washington memenuhi sejumlah tuntutan Teheran.
"Melalui Qatar, kami telah menyampaikan rencana konkret tujuh hari: jika syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi, Selat tersebut dapat dibuka kembali dan jalur pelayaran normal dapat dipulihkan dalam waktu tujuh hari," ujar Araghchi.
Dalam pernyataan yang sama, Araghchi menegaskan komitmen Iran terhadap keselamatan pelayaran dan menyalahkan tindakan militer AS serta Israel atas gangguan di jalur perairan tersebut. Ia menilai penyelesaian konflik memerlukan pendekatan diplomatik, bukan ancaman serangan lebih lanjut.
"Masalah ini tidak akan terselesaikan di medan perang. Perdamaian tidak dapat dibangun melalui ancaman pemusnahan," kata Araghchi.
Proposal Iran mencakup pencabutan blokade laut AS, pelonggaran pembatasan ekspor minyak Iran, pembebasan sejumlah aset Iran yang dibekukan, serta penghentian permusuhan di berbagai front, termasuk operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menolak persyaratan tersebut sebagai tidak dapat diterima dan menyatakan Washington memiliki posisi tawar lebih kuat.
Gangguan pelayaran di Selat Hormuz bermula setelah Iran menutup jalur tersebut menyusul kampanye pengeboman AS dan Israel pada 28 Februari. Selat itu menangani sekitar seperempat perdagangan minyak dan gas alam cair global melalui jalur laut, sehingga gangguan berkepanjangan memengaruhi pasokan energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan dua kapal tanker minyak terbakar setelah menghantam ranjau di selat tersebut pada Sabtu. Kapal kontainer berbendera Singapura, GFS Pride, juga dilaporkan tenggelam setelah terkena ranjau pada awal pekan, sementara kapal kargo lainnya berhasil mencapai pelabuhan setelah mengalami insiden serupa.
Harga minyak mentah Brent ditutup pada USD 109,86 per barel pada Jumat, 15 Oktober 2026, mencapai tingkat tertinggi dalam lima bulan. Para analis yang dikutip Okezone menyatakan ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah mempertahankan premi risiko pada harga minyak, yang berpotensi mereda apabila Washington dan Teheran mencapai kesepakatan untuk memulihkan pelayaran.
Ketegangan juga berlangsung menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November dan pemilihan parlemen Israel pada 27 Oktober. Menurut laporan Okezone, Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengesampingkan kemungkinan serangan terhadap Iran sebelum kedua pemilihan tersebut, meskipun opsi militer, termasuk penggunaan bom MOAB, telah dibahas oleh pejabat keamanan AS.
Sumber: Suara Independent News. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.