Pep Guardiola Desak Dunia Dukung Palestina dan Bantu UNRWA
Pep Guardiola mengecam penderitaan warga Palestina di Gaza, menyoroti trauma anak-anak, dan mengajak masyarakat dunia mendukung UNRWA.

Penderitaan warga Palestina di Gaza kembali menjadi sorotan setelah Pep Guardiola menyerukan dukungan internasional bagi masyarakat yang terdampak konflik. Mantan pelatih Manchester City tersebut juga mengajak publik menyalurkan bantuan melalui Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), dilansir dari Medcom.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video dan dipublikasikan UNRWA pada Minggu (18/10), Guardiola mengkritik tindakan militer Israel yang menewaskan puluhan ribu warga Palestina serta menghambat distribusi bantuan kemanusiaan. Ia meminta masyarakat dunia tetap memperhatikan kondisi warga sipil yang terdampak.
Salah satu perhatian utama Guardiola adalah nasib anak-anak di Gaza yang menghadapi kelaparan, kehilangan tempat tinggal, dan trauma berkepanjangan. Menurutnya, penderitaan mereka tidak seharusnya dipandang sebagai dampak sampingan yang dapat diabaikan.
Dalam video tersebut, Guardiola mengingatkan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan ketika membicarakan korban konflik. Ia menilai penggunaan bahasa yang mengaburkan penderitaan manusia dapat mengurangi kepedulian terhadap mereka yang kehilangan kehidupan normal akibat kekerasan.
Guardiola menyampaikan, “Mereka bukan korban tambahan yang tidak disengaja. Mereka adalah anak perempuan dan anak laki-laki.”
Ia kemudian menggambarkan bagaimana anak-anak Palestina harus menghadapi kehilangan sebelum sempat menikmati masa pertumbuhan mereka. Kondisi tersebut memperlihatkan beratnya dampak konflik terhadap generasi muda yang membutuhkan perlindungan.
“Kita melihat mereka kehilangan segalanya bahkan sebelum memiliki kesempatan untuk tumbuh dewasa,” imbuh mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut.
Guardiola juga menekankan bahwa keselamatan warga Palestina harus dipandang setara dengan keselamatan manusia lainnya. Ia mengingatkan bahwa dukungan kemanusiaan tidak semestinya berhenti ketika perhatian publik terhadap konflik mulai berkurang.
“Nyawa mereka sama berharganya dengan nyawa kita. Solidaritas terhadap Palestina tidak boleh berhenti. Begitu pula tanggung jawab kita,” lanjutnya.
Selain menyoroti kondisi anak-anak, Guardiola menyampaikan penghargaan terhadap warga Palestina yang telah menghadapi pengungsian selama puluhan tahun. Meski mengakui ketangguhan mereka, ia menilai masyarakat tidak seharusnya dipaksa menjalani keadaan yang terus mengancam keselamatan dan kesejahteraan.
“Kami sangat mengagumi ketangguhan rakyat Palestina. Namun, mereka seharusnya tidak perlu dipaksa untuk menjadi tangguh. Tidak ada anak yang seharusnya tumbuh dengan belajar bagaimana bertahan hidup sebelum belajar bagaimana menjalani kehidupan,” tutur Guardiola.
Menurut Guardiola, sikap tidak peduli terhadap penderitaan di Gaza bukanlah pilihan yang netral. Ia kembali menegaskan pentingnya keadilan dan perdamaian bagi masyarakat Palestina di tengah situasi kemanusiaan yang berkepanjangan.
“Diam hari ini berarti mengambil sikap memihak, tetapi kita tidak boleh berpaling. Palestina penting, dan Palestina membutuhkan keadilan serta perdamaian,” tegasnya.
Besarnya dampak konflik tercermin dalam data Otoritas Kesehatan Gaza yang mencatat lebih dari 74.000 warga Palestina tewas sejak serangan militer Israel meluas setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023. Angka tersebut menggambarkan skala korban jiwa selama konflik berlangsung.
Kementerian Kesehatan Gaza juga melaporkan lebih dari 1.400 warga Palestina tewas sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025. Data tersebut menjadi bagian dari gambaran situasi kemanusiaan yang masih dihadapi penduduk Gaza.
Melalui seruannya, Guardiola berupaya mendorong penggalangan donasi sekaligus menjaga dukungan bagi kegiatan kemanusiaan UNRWA. Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut didirikan pada 1949 untuk memberikan layanan kesehatan, perlindungan, dan bantuan darurat kepada jutaan pengungsi Palestina.
Cakupan pelayanan UNRWA meliputi Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, dan Suriah. Bantuan yang disediakan lembaga tersebut ditujukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar pengungsi Palestina di wilayah-wilayah tersebut.
Namun, operasional UNRWA menghadapi kendala setelah pemerintah Israel melarang kegiatan lembaga itu di wilayahnya. Pemerintah Israel menuduh sejumlah personel UNRWA memiliki keterlibatan dengan Hamas, sedangkan UNRWA membantah tuduhan tersebut dan tetap menjalankan upaya kemanusiaannya.
Seruan Guardiola menempatkan perlindungan warga sipil, khususnya anak-anak, sebagai perhatian utama dalam konflik Gaza. Ia mendorong agar kepedulian internasional terhadap Palestina tetap terjaga, seiring kebutuhan bantuan kemanusiaan dan tuntutan akan keadilan serta perdamaian.
Sumber: Cirebon Times. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.