Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Trump Tuding Zelenskyy Tak Ingin Akhiri Perang

Trump Tuding Zelenskyy Tak Ingin Akhiri Perang - Presiden Trump menuduh Presiden Zelenskyy tidak ingin mengakhiri perang antara Ukraina dengan Russia dan mengklaim bahwa Zelenskyy tidak peduli dan menginginkan perdamaian....

Sumber foto: Koran Jakarta ®

KYIV — Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada Minggu (18/10) telah berbicara dengan sejumlah utusan terkemuka Amerika Serikat (AS) untuk mencoba meredakan ketegangan, sementara Presiden Donald Trump menuduh rekannya dari Ukraina itu tidak ingin mengakhiri perang dengan Russia.

Zelenskyy berbicara dengan pejabat AS, Steve Witkoff, dan Jared Kushner, ketika Russia dan Ukraina saling menyerang situs energi masing-masing, dengan Moskwa menyebabkan ribuan orang kehilangan aliran listrik dan Kyiv melakukan serangan drone terbesar ke Saint Petersburg sejak awal perang pada tahun 2022.

Trump dan Zelenskyy berselisih ketika presiden AS memblokir sanksi baru terhadap Russia dan mencapai kesepakatan bahan bakar solar dengan Moskwa, yang memicu kekhawatiran di Kyiv dan Eropa bahwa Gedung Putih sedang mengarahkan dukungannya ke Moskwa.

Sebuah laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa Presiden Russia, Vladimir Putin, telah mengusulkan pertemuan tentang Ukraina dengan Trump dan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, dengan tidak melibatkan Zelenskyy sehingga telah memicu lebih banyak kekhawatiran.

Pada hari Minggu, Trump menulis di platform Truth Social miliknya bahwa ia sedang dalam proses menegosiasikan perdamaian antara Russia dan Ukraina dan membuat kemajuan besar, tetapi mengklaim bahwa Zelenskyy tidak peduli, dan terus terang, dengan semua uang yang diberikan Eropa kepadanya, ia tidak ingin mengakhiri perang ini, dan mungkin tidak pernah menginginkannya.

“Zelenskyy menggunakan kilang solar di Russia sebagai target, karena tahu bahwa serangan-serangan ini sangat merugikan pasar solar dunia, termasuk pasar di Amerika Serikat,” kata Trump.

Sebelumnya, setelah berbicara dengan mitra bisnis Trump, Witkoff, dan menantunya, Kushner, Zelenskyy mengatakan bahwa banyak hal bergantung pada sikap AS dalam perang tersebut, tetapi jelas bahwa ada banyak hal yang penting bagi semua pihak dan perang ini harus diakhiri.

“Ukraina siap bekerja secara konstruktif dan jujur. Kami mengharapkan pendekatan yang sama persis dari semua mitra kami, baik dari pihak Eropa maupun, tentu saja, dari pihak Amerika,” ucap Zelenskyy, seraya mengatakan bahwa ia membahas pengiriman sistem pertahanan udara Patriot AS, karena Kyiv berupaya untuk melawan misil Russia.

Sebelumnya, Zelenskyy mengatakan kepada stasiun televisi AS, NBC, bahwa akan menjadi kesalahan bersejarah jika Washington DC secara resmi mendukung Russia dan bahwa ia berharap Trump akan mengubah keputusannya. Namun, ia juga mengatakan bahwa dirinya bersyukur Amerika Serikat mau melanjutkan pertukaran informasi intelijen setelah jeda yang membuat negaranya rentan terhadap serangan misil Russia.

Upaya yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II sejauh ini memang belum membuahkan terobosan, dan Trump di masa lalu merasa frustrasi dengan Zelenskyy dan Putin karena kurangnya kemajuan yang mereka capai.

Zelenskyy berbicara kepada para pejabat AS sambil menuduh Russia melanggar gencatan senjata energi usulan Trump sebanyak 76 kali dan memperingatkan bahwa Moskwa berencana untuk memutus pasokan listrik dan pemanas bagi warga Ukraina sebelum musim dingin.

Serangan Russia menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan aliran listrik di beberapa wilayah di Ukraina, kata Zelenskyy.

Sedangkan Moskwa mengatakan bahwa tentara Ukraina telah meluncurkan drone ke Kota Saint Petersburg pada Minggu malam hingga membakar kilang minyak di sana.

Sumber: Koran Jakarta ®. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with