Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Dua Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu di Ajang Sains Nasional dan Internasional

Dua tim dari SMA Dea Malela, Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela), Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang pameran dan kompetisi penelitian sains...

Sumber foto: Pulau Sumbawa News

Dua tim dari SMA Dea Malela, Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela), Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang pameran dan kompetisi penelitian sains tingkat nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Kedua tim tersebut berkompetisi dalam International Science and Invention Fair (ISIF) dan National Science and Invention Fair (NSIF). Kegiatan ini berlangsung secara luring di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, pada 12–17 Oktober 2026.

Tim pertama SMA Dea Malela berkompetisi pada ISIF di tingkat internasional dengan mempresentasikan hasil penelitian berbahasa Inggris berjudul “Brikaroma Kemiri: Aromatic Briquettes Utilizing Lemongrass Essence and Candlenut Shell Waste as a Mosquito Repellent.”

Tim ini terdiri atas tiga santri kelas XI, yakni Aisyah Dhiyaul Birra, Izzati Abdurraimi, dan Winda Zainurraeni.

Sementara itu, tim kedua mengikuti NSIF di tingkat nasional dengan mengusung penelitian berjudul “Ecoaroma: Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Lilin Aromaterapi dalam Mengurangi Limbah Rumah Tangga.” Tim ini juga terdiri atas tiga santri kelas XI, yaitu Safira Maulida Ulya, Naillah Nuwayyar, dan Nurul Nazira.

Pembimbing Klub Peneliti Muda PMI Dea Malela, Ustadzah Indah Septi, M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian kedua tim tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri mengingat waktu persiapan penelitian yang relatif singkat.

“Walaupun dengan persiapan singkat, sekitar dua bulan, anak-anak dapat menyelesaikan penelitian mereka. Alhamdulillah, mereka berhasil meraih prestasi dalam ajang sains dan teknologi tingkat internasional dan nasional,” ujar Indah.

Ia menjelaskan bahwa PMI Dea Malela dirancang dengan visi menyiapkan calon ilmuwan Muslim dan Muslimah. Karena itu, proses pembelajaran, baik intrakurikuler maupun kokurikuler, menekankan integrasi antara agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Pendekatan pendidikan tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan itu juga tercermin dari kiprah para alumni PMI Dea Malela yang kini melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar negeri, antara lain di Rusia, Amerika Serikat, Turki, China, Filipina, dan Malaysia, serta di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Direktur Urusan Pengajaran PMI Dea Malela, Ustadz Roni Sabwan, M.Pd., mengatakan bahwa pencapaian kedua tim di Universitas Indonesia tersebut menambah deretan prestasi santri SMA Dea Malela di bidang sains.

Sebelumnya, para santri SMA Dea Malela juga berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang World Science Olympiad (WSO) yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada 2024 dan 2025.

Pendiri sekaligus Pengasuh PMI Dea Malela, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih para santri. Namun, ia berpesan agar pencapaian tersebut tidak membuat mereka cepat berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

“To be good is not good enough. Why not the best? Be the best!” tegasnya.

Artinya, menjadi baik saja belum cukup. Setiap santri harus terus berusaha untuk menjadi yang terbaik.Catatan editorial:

Saya memperbaiki struktur kalimat, ejaan, tanda baca, dan konsistensi penulisan nama lembaga serta gelar.

Judul dibuat lebih lugas dan menonjolkan prestasi utama kedua tim.

Istilah offline diubah menjadi luring, sedangkan beberapa kalimat yang terlalu panjang dipecah agar lebih nyaman dibaca.

Saya mempertahankan informasi dan kutipan yang diberikan. Namun, sebelum berita diterbitkan, sebaiknya pastikan kembali nama resmi ajang, tanggal pelaksanaan, gelar dan jabatan narasumber, serta nama lengkap WSO.

Catatan penting: Judul penelitian tim ISIF dipertahankan dalam bahasa Inggris sesuai naskah awal, dengan perbaikan kapitalisasi. Jika itu merupakan judul resmi penelitian, sebaiknya ejaan dan susunan katanya disesuaikan persis dengan dokumen kompetisi. (PSa)

Sumber: Pulau Sumbawa News. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with