IKAT Bekali 208 Mahasiswa Baru Dalam Pelepasan ke Mesir
“Keberangkatan mereka harus dimulai dengan kepastian, bukan sekadar janji,” tegas Khalid.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
BANDA ACEH – Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh melepas 208 mahasiswa baru asal Aceh yang akan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, tahun akademik 2026–2027.
Kegiatan pelepasan dan peusijuek berlangsung di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026) malam.
Acara itu dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Aceh, Drs Syakir, M.Si., mewakili Wakil Gubernur Aceh, Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa'aduddin Djamal, unsur pimpinan UIN Ar-Raniry, Wakil Ketua MPU Aceh Dr. Muhammad Hatta, Lc., M.Ed., unsur pimpinan dayah, tokoh masyarakat, orang tua mahasiswa serta keluarga besar IKAT Aceh.
Ketua IKAT Aceh, Khalid Muddatstsir, Lc, M.Ag dalam sambutannya menegaskan bahwa keberangkatan mahasiswa ke luar negeri harus didasarkan pada kepastian administrasi dan status penerimaan di perguruan tinggi tujuan.
Menurutnya, IKAT Aceh berkomitmen memastikan setiap mahasiswa yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administrasi dan memperoleh kepastian penerimaan di Universitas Al-Azhar.
“Keberangkatan mereka harus dimulai dengan kepastian, bukan sekadar janji,” tegas Khalid.
Katanya, sejak 2014, IKAT Aceh telah mendampingi proses keberangkatan mahasiswa ke Universitas Al-Azhar.
Pendampingan tersebut mencakup sosialisasi, bimbingan pendaftaran dan persiapan seleksi, pemberkasan, keberangkatan, penjemputan, hingga penyediaan tempat tinggal setelah mahasiswa tiba di Mesir.
Ia menjelaskan, tanggung jawab IKAT tidak berhenti ketika mahasiswa tiba di Kairo.
Organisasi alumni tersebut juga berupaya memberikan pendampingan ketika mahasiswa menghadapi persoalan kesehatan, kesulitan selama menempuh pendidikan, hingga keadaan darurat.
Dalam kesempatan tersebut, Khalid turut menyampaikan harapan kepada Pemerintah Aceh agar terus memperkuat dukungan pendidikan bagi mahasiswa Aceh yang menempuh studi di Timur Tengah, khususnya Universitas Al-Azhar.
Menurutnya, banyak anak Aceh memiliki kemampuan akademik dan semangat belajar yang tinggi, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga.
“Kami berharap Pemerintah Aceh dapat membuka dan memperkuat peluang beasiswa bagi mahasiswa Aceh yang menuntut ilmu di Al-Azhar Mesir dan negara Timur Tengah lainnya. Bukan hanya bantuan keberangkatan, tetapi juga dukungan biaya pendidikan yang berkelanjutan dengan mekanisme seleksi, pengawasan, dan evaluasi yang baik. Beasiswa adalah investasi untuk masa depan Aceh,” kata Khalid.
Syakir yang mewakili Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi IKAT Aceh dalam mendampingi generasi muda yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.
Sumber: Serambinews.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.