AFC Pantau Keamanan Timur Tengah Jelang Piala Asia 2027
AFC membuka opsi penundaan Piala Asia 2027 ke 2028 akibat situasi keamanan Timur Tengah, sementara Arab Saudi memastikan persiapan tetap berjalan.

Rencana penyelenggaraan Piala Asia 2027 di Arab Saudi masih mengikuti jadwal awal, meski meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah memunculkan kemungkinan penundaan hingga 2028. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terus mengevaluasi perkembangan situasi, sedangkan panitia lokal memastikan persiapan turnamen tetap berlangsung sesuai rencana.
Menurut jadwal resmi yang dilaporkan sejumlah media pada 15–18 Oktober 2026, turnamen tersebut akan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Sebanyak 24 tim, termasuk Timnas Indonesia, dijadwalkan bertanding di tiga kota, yakni Riyadh, Jeddah, dan Khobar, dengan delapan stadion sebagai venue pertandingan.
Presiden AFC Salman bin Ibrahim Al Khalifa menyatakan bahwa organisasi sepak bola Asia itu terbuka terhadap perubahan jadwal apabila perkembangan keamanan mengharuskannya. Dalam wawancara dengan wartawan di Zurich, tempat berlangsungnya pertemuan Dewan FIFA, ia menjelaskan bahwa keputusan akan bergantung pada situasi di kawasan tersebut.
Salman menyampaikan kemungkinan perubahan kalender kompetisi dalam pernyataannya kepada wartawan.
"Jika kami harus mengambil keputusan, maka kami akan melakukannya. Kami bahkan bisa mengundurkan jadwalnya satu tahun ke depan, yakni ke tahun 2028, jika memang diperlukan," ujar Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden AFC.
Meski membuka kemungkinan penundaan, Salman menegaskan bahwa pemantauan masih berlangsung dan jadwal saat ini belum berubah. AFC belum mengumumkan keputusan resmi untuk memindahkan turnamen ke tahun berikutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa AFC tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Organisasi tersebut akan mempertimbangkan perkembangan situasi sebelum menentukan langkah selanjutnya.
"Namun, saat ini kami terus memantau situasi dan semuanya masih berjalan sesuai jadwal," ujar Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden AFC.
Dalam kesempatan yang sama, Salman menjelaskan bahwa AFC masih memiliki waktu untuk mengevaluasi kondisi keamanan regional.
"Kami bisa menunggu hingga akhir November. Situasi di kawasan ini bisa berubah dengan sangat cepat, bisa menjadi lebih baik atau lebih buruk. Jadi kita lihat saja perkembangannya," ujar Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden AFC.
Ketegangan keamanan menjadi perhatian setelah serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Arab Saudi. Menurut laporan detik.com pada 18 Oktober 2026, insiden tersebut menyebabkan bandara menghentikan operasionalnya hingga 18 Oktober, sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan perjalanan dan pelaksanaan turnamen.
Di sisi lain, Komite Penyelenggara Lokal (LOC) Piala Asia 2027 Arab Saudi menyatakan bahwa pekerjaan persiapan tetap berjalan. Dalam pernyataan yang diterima detikSport dan keterangan yang dilaporkan pada 16 Oktober, panitia menyebut koordinasi dengan AFC serta pemangku kepentingan terkait terus dilakukan.
LOC menegaskan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan, termasuk stadion, fasilitas, operasional, dan layanan pendukung, masih dipersiapkan berdasarkan jadwal yang disepakati.
"Persiapan di seluruh bidang organisasi dan operasional berjalan sesuai jadwal yang telah disetujui, termasuk pengerjaan stadion, fasilitas, dan layanan pendukung," ujar Komite Penyelenggara Lokal Piala Asia 2027 Arab Saudi.
Panitia juga menegaskan komitmennya untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan agar turnamen dapat berlangsung sesuai standar penyelenggaraan yang ditetapkan Arab Saudi.
"Panitia Penyelenggara Lokal (LOC) Piala Asia AFC Arab Saudi 2027 memastikan bahwa persiapan tetap sesuai jadwal. Kami akan terus berkoordinasi dengan Federasi Sepak Bola Asia (AFC) dan pemangku kepentingan terkait lainnya," ujar Komite Penyelenggara Lokal Piala Asia 2027 Arab Saudi.
Pernyataan tersebut disertai penegasan mengenai kesiapan sumber daya untuk mendukung pelaksanaan kompetisi.
"LOC tetap berkomitmen untuk menjaga persiapan tetap sesuai rencana dan memastikan sumber daya yang diperlukan tersedia untuk menyelenggarakan turnamen yang mewakili ambisi serta standar Arab Saudi sebagai tuan rumah," ujar Komite Penyelenggara Lokal Piala Asia 2027 Arab Saudi.
Arab Saudi akan menjadi tuan rumah Piala Asia untuk pertama kalinya. Turnamen edisi ke-19 ini dijadwalkan mempertemukan 24 tim nasional, dengan jadwal pertandingan yang mencakup laga Jepang melawan Indonesia di Grup F di Stadion Pangeran Abdullah Al Faisal, Jeddah.
Kepastian jadwal menjadi bagian penting dalam persiapan setiap peserta, termasuk penyusunan program latihan, pertandingan uji coba, dan perjalanan menuju Arab Saudi. Hingga laporan terakhir pada 18 Oktober 2026, jadwal 7 Januari hingga 5 Februari 2027 masih menjadi acuan, sementara AFC terus memantau perkembangan keamanan kawasan.
Sumber: SuaraGarut.ID. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.