Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Trump Prediksi Perang Iran Segera Berakhir dan Harga Minyak Anjlok

Donald Trump memperkirakan perang Iran segera berakhir dan harga minyak anjlok, sembari mengklaim serangan AS telah melumpuhkan kekuatan militer Teheran.

Sumber foto: bsinews.id

Jakarta, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan perang melawan Iran akan segera berakhir dan harga minyak dunia akan turun tajam. Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan di Montana pada Kamis (15/10/2026), di tengah upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik dan klaim Washington mengenai melemahnya kemampuan militer Teheran, dilansir dari Detikcom.

Trump menyampaikan prediksi tersebut setelah berpidato dalam kampanye Partai Republik menjelang pemilu sela AS. Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan ketidakpastian mengenai pejabat Iran yang sedang bernegosiasi dengan pemerintah AS untuk mencari jalan keluar dari peperangan.

Ketika berbicara kepada wartawan, Trump menggambarkan kemungkinan berakhirnya konflik dalam waktu dekat.

"Perang Iran akan berakhir dalam waktu dekat… Segera, karena mereka memang menginginkannya berakhir," kata Donald Trump, Presiden AS.

Ia mengaitkan berakhirnya perang dengan perkiraan penurunan harga minyak serta penolakan terhadap kemungkinan Iran mengembangkan senjata nuklir.

"Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan harga minyak akan anjlok drastis," ujar Trump.

Dalam pidatonya di Montana pada Rabu (14/10) waktu setempat, Trump mempertanyakan pihak Iran yang menjadi lawan negosiasi Washington. Ia juga menyampaikan klaim bahwa kemampuan pertahanan negara tersebut telah mengalami kerusakan besar akibat operasi militer AS.

"Mereka tidak punya Angkatan Laut. Mereka tidak punya Angkatan Udara. Angkatan Darat mereka telah hancur lebur. Para pemimpin mereka sudah tidak ada," ujar Trump.

Trump kemudian menyinggung kesulitan menentukan pihak yang mewakili Iran dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik. Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia membahas hilangnya sejumlah pemimpin Iran menurut klaimnya.

"Seharusnya saya membiarkan para pemimpin mereka tetap ada, karena saya tidak tahu dengan siapa sebenarnya kita bernegosiasi," kata Trump.

Trump juga menggambarkan perubahan posisi Iran di kawasan Timur Tengah. Ia mengklaim negara tersebut sebelumnya memiliki kekuatan militer yang besar, tetapi kini tidak lagi berada pada kondisi yang sama setelah serangan AS.

"Iran dulunya adalah pengganggu di Timur Tengah," ujar Trump.

Untuk mendukung klaimnya, Trump menyebut Iran sebelumnya memiliki 159 kapal militer dan menyatakan armada tersebut telah mengalami kehancuran. Ia tidak menyampaikan rincian terpisah mengenai jumlah kapal yang masih beroperasi.

"Anda tahu, mereka tadinya kuat. Sekarang mereka tidak lagi sekuat itu … Saya katakan, 'kita telah melumpuhkan mereka', padahal mereka memiliki persis 159 kapal militer.

Berapa banyak kapal yang kini karam di dasar laut? Anda tahu, 159 kapal," kata Trump.

Selain armada laut, Trump mengeklaim kekuatan udara Iran juga telah dilumpuhkan. Ia membandingkan kemampuan pesawat tempur Iran dengan jet tempur AS dan menyatakan tidak ada pesawat Iran yang masih dapat digunakan.

"Mereka juga memiliki 274 pesawat tempur yang cukup bagus, meski tidak sebagus jet tempur kita. Berapa banyak pesawat tempur yang bisa digunakan saat ini? Nol!

Anda tahu di mana pesawat-pesawat itu berada? Semuanya berserakan di sepanjang landasan Iran yang indah. Semuanya hancur berkeping-keping di atas landasan tersebut," ujar Trump.

Pernyataan mengenai kemungkinan berakhirnya perang muncul setelah Trump sebelumnya mengisyaratkan rencana aksi militer lebih lanjut terhadap Iran. Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga disebut-sebut membahas kemungkinan serangan besar sebelum pemilu sela AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.

Dalam kampanye Partai Republik di Alaska pada Rabu (14/10), Trump menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan langkah besar terhadap Iran tanpa menjelaskan secara terperinci bentuk tindakan yang dimaksud.

"Tunggu saja sampai kalian melihat apa yang akan kita lakukan terhadap Iran. Kita akan melakukan sesuatu yang besar," kata Trump.

Ia juga menyampaikan ketidakpuasan terhadap situasi yang sedang berlangsung antara kedua negara dalam pidato di hadapan para pendukungnya.

"Kita sudah muak. Kalian tahu, kita sudah muak," ujar Trump.

Sumber: bsinews.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with