Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

Kemenhaj Andalkan Saudi Vision Dongkrak Kuota Haji 3 Kali Lipat

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan masa tunggu yang berlaku untuk jamaah asal Kepulauan Nias saat ini adalah 26 tahun, mengikuti kuota nasional. Penegasan ini disampaikan Koordinator Unit Pelayanan Filial Haji...

Sumber foto: RRI.co.id

Gunungsitoli – Kementerian Haji dan Umrah menegaskan masa tunggu yang berlaku untuk jamaah asal Kepulauan Nias saat ini adalah 26 tahun, mengikuti kuota nasional. Penegasan ini disampaikan Koordinator Unit Pelayanan Filial Haji dan Umrah Kepulauan Nias menanggapi kebingungan masyarakat soal angka 14 tahun dan 26 tahun yang beredar.

"Kalau yang berlaku untuk Kepulauan Nias itu yang masa tunggu 26 tahun. Jadi yang awalnya, sebelum berganti atau beralih jadi Kementerian Haji waktu masih di Kementerian Agama itu masa tunggunya 20 tahun untuk Sumatera Utara. Tapi karena sudah dialihkan ke Kementerian Haji maka ikut kuota nasional," ujar Koordinator Unit Pelayanan Filial Haji dan Umrah Nurul Aini S.Sos I, Senin 19 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, peralihan tersebut membuat waiting list jamaah Sumatera Utara yang awalnya 20 tahun menjadi mundur. Jamaah yang seharusnya berangkat tahun 2028, kini harus menunggu lebih lama karena menyesuaikan kuota nasional 26 tahun. Terkait harapan pemangkasan otomatis bagi jamaah yang sudah terdaftar 5 hingga 10 tahun lalu, pihaknya menyebut saat ini pemerintah masih berupaya melalui program besar dari Arab Saudi.

"Semoga terealisasi program pemerintah dan Kementerian Haji dan Umrah terkait dengan program Saudi Vision 2030. Ini ada program yang sedang diusulkan mudah-mudahan ke depan bisa bertambah jamaah kita yang bisa menjadi tiga kali lipat kuota yang sebelumnya," ujarnya.

Dengan terealisasinya Saudi Vision 2030, kuota haji Indonesia yang saat ini ratusan ribu setiap tahunnya diharapkan bisa meningkat menjadi dua hingga tiga kali lipat. "Jadi kalau kita mendapatkan berapa ratus ribu setiap tahunnya bisa dua atau tiga kali lipat ketika nanti program Saudi Vision 2030 terrealisasi. Itulah makanya Kementerian Haji dan Umrah lagi mengupayakan itu," ujarnya mengakhiri.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with