Iran Mendesak AS untuk Menerima Usulan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
DUBAI — Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi mengatakan kepada media lokal pada hari Minggu (18/10/2026) bahwa usulan Iran kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu...

DUBAI — Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi mengatakan kepada media lokal pada hari Minggu (18/10/2026) bahwa usulan Iran kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari masih tetap diajukan.
Iran menyampaikan usulan tersebut pada pertengahan September lalu setelah gencatan senjata sementara gagal.
Teheran kemudian mengakui telah menerima tanggapan dari AS, namun Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan pekan lalu bahwa negosiasi mengalami kebuntuan karena Washington belum menanggapi ketujuh syarat untuk pembukaan selat tersebut.
“Posisi kami jelas dan didasarkan pada usulan tujuh hari yang disampaikan kepada Amerika Serikat. Mereka telah memberikan catatan-catatan, yang sedang kami tinjau, tetapi usulan kami masih tetap ada di meja perundingan. Jika pihak Amerika memiliki integritas, meskipun kenyataannya tidak, maka jalan untuk membuka Selat Hormuz sudah jelas,” ujar Araghchi saat berada di Baghdad untuk menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam.
Syarat-syarat yang diajukan Iran antara lain mencakup pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pembatalan sanksi AS atas ekspor minyak Iran, serta penghentian permusuhan di semua lini di kawasan tersebut.
Araghchi menambahkan, jika Washington menerima syarat-syarat Teheran, maka Selat Hormuz akan dibuka dalam waktu enam hari, dan perundingan akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Salah satu poin utama perdebatan adalah desakan Washington untuk membahas program nuklir Iran sejak awal negosiasi.
Wakil Presiden AS, J.D. Vance mengatakan awal bulan ini bahwa Iran harus melakukan pengurangan yang “nyata” terhadap kemampuan pengayaan uraniumnya guna memenuhi tuntutan AS dan mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir delapan bulan antara kedua negara.
Teheran menyatakan bahwa tahap pertama perundingan harus berfokus pada pembukaan Selat Hormuz serta pemulihan keamanan di perairan tersebut.
Sebelum perang, Selat Hormuz dilalui oleh sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia. (rus)
Sumber: kabarika. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.