Sejak perang meletup lagi, Yaman tembak jatuh 18 pesawat Arab Saudi
Paling mengagetkan, Yaman mampu menumbangkan pesawat tempur Arab Saudi jenis F-15SA pada 16 September, buatan Amerika dan harganya US$ 110 juta saban unit.

Ansarullah – berkuasa sejak 2014 di Ibu Kota Sanaa, Yaman – sudah menembak 18 pesawat Arab Saudi setelah negara Kabah itu memulai kembali perang pada 13 Juli, dengan menyerang landasan pacu Bandar Udara Sanaa.
Korban terbaru adalah helikopter kecil serang ringan jenis AH-6i Little Bird ditembak jatuh Yaman hari ini di Najran. Namun Saudi menyebut helikopter ini jatuh karena masalah teknis dan dua pilotnya meninggal, yakni Ali Ibrahim at-Talha dan Abdul Aziz Hirsan al-Masardi.
"Kecelakaan itu mengakibatkan kesyahidan dua pilot," kata juru bicara pasukan koalisi Mayor Jenderal Turki al-Maliki melalui keterangan tertulis.
AH-6i disebut "adiknya Apache" karena kokpit dan senjatanya memakai teknologi helikopter AH-64E Apache Block III. Itu keunggulan utamanya. Selain itu, AH-6i berbodi kecil dikenal lincah dan susah ditembak.
Harganya murah, sekitar US$ 2-3 juta per unit ketimbang Apache senilai US$ 35-50 juta. Arab Saudi memiliki 24 unit AH-6i untuk Garda Nasional serta helikopter ini bisa diterjunkan buat operasi khusus atau pengintaian.
Kemarin, Yaman menembak jatuh pesawat nirawak Karayel buatan Turki seharga US$ 5 juta tiap unit. Dua Karayel lainnya ambruk pada 10 dan 27 September.
Kamis lalu, Yaman mampu menumbangkan sebuah jet tempur Typhoon Eurofighter milik Arab Saudi. Harga per unitnya ketika Saudi membeli 72 Typhoon pada 2007 sebesar 61,5 juta pound sterling. Kalau sekarang, satu unit Thypoon senilai 166,7 pound sterling.
Data dari akun pengamat militer @MenchOsint menyebutkan Saudi juga telah kehilangan tujuh unit pesawat tak berawak Wing Loong-2 bikinan Cina seharga US$ 4 juta saban unit, pada 6,7, 16, dan 23 September. Yaman berhasil menembak jatuh lagi Wing Loong-2 kepunyaan Saudi pada 5,13, dan 16 Oktober.
Wing Loong-2 mampu membawa bom seberat 480 kilogram.
Yaman juga mampu merobohkan tiga pesawat nirawak Caihong-4, yakni dua unit pada 7 September dan satu lagi di 7 Oktober. Harga per unit Caihong-4 adalah US$ 2 juta.
Caihong-4 dijuluki MQ-9 Reaper (pesawat tanpa awak peoduksi Amerika Serikat) versi Cina.
Ada dua varian Caihong-4, yakni Caihong-4A tidak membawa senjata, hanya kamera dan radar. Jenis ini mampu terbsng tanpa henti selama 30-40 jam. Jarak jelajah ya 3.500 kilometer dan bisa mencapai lima ribu kilometer kalau pakai sateling.
Sedang Cauhong-4B bisa mengintai sekaligus menyerang, dapat membawa enam senjata sekaligus.
Pada 26 Juli, Yaman menumbang satu pesawat nirawak Bayraktar Akinci buatan Turki, seharga US$ 25 juta tiap unit.
Paling mengagetkan, Yaman mampu menumbangkan pesawat tempur Arab Saudi jenis F-15SA pada 16 September, buatan Amerika dan harganya US$ 110 juta saban unit
Sumber: Albalad.co. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.