Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Houthi

Arab Saudi Cegat Empat Drone Houthi dan Perpanjang Sekolah Daring

Arab Saudi mencegat empat drone yang disebut diluncurkan Houthi dari Yaman, sementara pembelajaran daring di Riyadh dan Diriyah diperpanjang hingga 22 Oktober.

Sumber foto: Lensa Hukum

Arab Saudi meningkatkan langkah pengamanan setelah menghadapi serangan pesawat nirawak yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman. Pada 18 Oktober 2026, koalisi pimpinan Riyadh mengumumkan telah mencegat empat drone di wilayah Riyadh, Provinsi Timur, dan wilayah Selatan, sementara pemerintah memperpanjang pembelajaran daring di Riyadh dan Diriyah hingga 22 Oktober.

Menurut laporan AFP yang dikutip Detik, juru bicara koalisi Turki al-Malki menyampaikan bahwa empat pesawat nirawak tersebut berhasil dihancurkan dalam beberapa jam terakhir. Pengumuman itu muncul ketika serangan terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi kembali meningkat setelah konflik memanas pada Juli.

Sejak eskalasi tersebut, Arab Saudi menghadapi serangan rudal dan drone yang menyasar instalasi minyak, kapal tanker, serta bandara. Riyadh mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam konflik melawan kelompok Houthi yang memperoleh dukungan Iran.

Dalam pernyataan melalui platform X, Turki al-Malki menjelaskan hasil operasi pencegatan tersebut.

"Kami telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak dalam beberapa jam terakhir di wilayah Riyadh, Provinsi Timur, dan wilayah Selatan," ujar Turki al-Malki, juru bicara koalisi.

Di tengah situasi keamanan tersebut, Kementerian Pendidikan Arab Saudi memutuskan melanjutkan kegiatan belajar jarak jauh di sekolah-sekolah Riyadh dan Kegubernuran Diriyah hingga 22 Oktober. Menurut laporan ANTARA, kebijakan itu berlaku bagi murid, tenaga pengajar, dan staf administrasi, dengan kegiatan belajar dilaksanakan melalui platform Madrasati serta layanan pendidikan daring resmi lainnya.

Sekolah-sekolah di kedua wilayah tersebut sebelumnya telah beralih ke pembelajaran daring selama satu pekan sejak 11 Oktober. Perubahan itu dilakukan sehari setelah serangan rudal menghantam Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh.

Menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan terhadap bandara tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Kelompok Houthi dilaporkan berulang kali menyasar bandara itu dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi diplomatik, Arab Saudi menuding Iran mendorong peningkatan serangan Houthi. Teheran membantah tuduhan keterlibatan tersebut, sementara kelompok Houthi dan Iran menyatakan bahwa kelompok bersenjata itu bertindak secara independen meskipun termasuk dalam Poros Perlawanan yang menentang Israel dan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa penyelesaian konflik memerlukan proses politik yang melibatkan berbagai pihak. Ia juga kembali menawarkan Iran sebagai penengah untuk membantu meredakan ketegangan di kawasan Semenanjung Arab.

Araghchi menegaskan posisi pemerintah Iran mengenai jalur penyelesaian konflik.

"Kami mendukung proses politik yang komprehensif sebagai satu-satunya cara yang praktis dan berkelanjutan untuk menyelesaikan konflik di Semenanjung Arab," ujar Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh sebelumnya menyatakan bahwa Arab Saudi belum memberikan tanggapan terhadap tawaran mediasi Teheran. Perbedaan sikap kedua negara itu berlangsung ketika operasi militer di Yaman terus berlanjut.

Arab Saudi juga melancarkan serangan udara terhadap kelompok Houthi di Yaman. Pasukan pemerintah Yaman berupaya merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok tersebut setelah Houthi mencatat kemajuan dalam serangan kilat pada September.

Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sebuah kantor berita yang berafiliasi dengan Houthi menuduh pesawat tempur Arab Saudi menyerang kawasan permukiman sipil di Provinsi Dhamar dan Taiz. Kantor berita tersebut menyebut serangan itu menewaskan 12 orang. Tuduhan tersebut dilaporkan sebagai klaim pihak Houthi.

Sumber: Lensa Hukum. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with