HMS Dreadnought Mengubah Standar Kekuatan Angkatan Laut Dunia
HMS Dreadnought diluncurkan Inggris pada 1906 dengan sepuluh meriam 12 inci, mesin berkecepatan tinggi, dan desain yang mengubah standar kapal tempur dunia.

Peluncuran HMS Dreadnought pada 1906 mengubah tolok ukur kekuatan armada laut dunia melalui persenjataan berat dan kemampuan bergerak yang lebih unggul. Kapal tempur milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi peperangan laut, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Dikutip dari International Encyclopedia of the First World War, pembangunan kapal tersebut berada di bawah kepemimpinan First Sea Lord Inggris, Sir John Fisher.
Rancangannya ditujukan untuk membawa teknologi kapal perang Inggris ke tingkat yang lebih maju dibandingkan kapal tempur generasi sebelumnya. Salah satu pembaruan utama HMS Dreadnought terletak pada susunan meriamnya. Kapal tempur generasi terdahulu biasanya dilengkapi empat meriam berkaliber 12 inci yang dipadukan dengan sejumlah meriam berkaliber menengah.
HMS Dreadnought menggunakan pendekatan berbeda dengan memasang sepuluh meriam 12 inci yang ditempatkan dalam lima kubah ganda. Susunan tersebut memungkinkan kapal mengerahkan delapan meriam berat secara bersamaan dalam satu tembakan samping.
Kombinasi persenjataan itu memberikan kemampuan serangan yang jauh lebih besar dibandingkan kapal tempur sezamannya. Perubahan tersebut turut menjadikan HMS Dreadnought sebagai acuan baru dalam perancangan kapal perang dengan daya tembak utama yang lebih seragam.
Selain membawa persenjataan yang lebih kuat, kapal ini menawarkan kemampuan bergerak yang membedakannya dari kapal tempur sebelumnya. Generasi lama umumnya mengandalkan mesin uap bolak-balik atau mesin uap resiprokal, yang membatasi kecepatan pada kisaran 15-18 knot.
Kecepatan HMS Dreadnought memberikan keleluasaan taktis yang lebih besar bagi armada. Kapal dapat mendekati lawan, menjauh dari ancaman, ataupun menghindari serangan dengan kemampuan manuver yang mendukung kebutuhan pertempuran laut.
Perpaduan daya tembak dan kecepatan membuat desain kapal ini menjadi perubahan penting dalam teknologi maritim militer. Keunggulannya tidak hanya terletak pada jumlah meriam, tetapi juga pada kemampuan menggabungkan persenjataan berat dengan mobilitas yang lebih baik.
Pengaruh HMS Dreadnought segera meluas ke berbagai kekuatan maritim utama. Sejak kapal tersebut diluncurkan hingga pecahnya Perang Dunia I pada 1914, negara-negara dengan angkatan laut besar meninjau kembali kemampuan armada dan kebutuhan kapal tempur mereka. Kehadiran kapal dengan standar baru ini mengurangi nilai keunggulan kapal perang generasi lama. Perubahan tersebut turut mendorong perlombaan persenjataan angkatan laut karena negara-negara lain perlu menyesuaikan kekuatan armada mereka dengan perkembangan teknologi yang diperkenalkan Inggris.
Pada awal Perang Dunia I tahun 1914, Inggris memiliki 29 kapal tipe Dreadnought, sedangkan Jerman mengoperasikan 17 kapal. Perbandingan tersebut menunjukkan posisi Inggris yang lebih kuat dalam jumlah kapal tempur jenis tersebut ketika perang dimulai. Perkembangan teknologi kapal tempur juga mendorong munculnya battlecruiser atau kapal penjelajah tempur. Jenis kapal ini mengutamakan kecepatan yang lebih tinggi dengan mengorbankan sebagian perlindungan lapis bajanya.
Catatan sejarah kapal ini tidak hanya berkaitan dengan persenjataan dan perubahan desain armada. Selama Perang Dunia I, HMS Dreadnought juga tercatat sebagai satu-satunya kapal tempur dalam sejarah yang menenggelamkan kapal selam musuh melalui tabrakan langsung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Maret 1915 ketika HMS Dreadnought menabrak kapal selam Jerman U-29. Insiden itu menjadi bagian penting dari catatan operasional kapal tersebut selama perang, sekaligus menambah keunikan sejarahnya di antara kapal tempur pada masanya.
Dengan persenjataan sepuluh meriam 12 inci, kemampuan melancarkan tembakan samping menggunakan delapan meriam berat, serta kecepatan yang melampaui kapal tempur generasi sebelumnya, HMS Dreadnought membawa perubahan mendasar dalam persaingan kekuatan laut pada awal abad ke-20.
Sumber: Lensa Hukum. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.