Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Polisi Prancis Tangkap 1.800 Orang dalam Kerusuhan Nasional

Lebih dari 1.800 orang ditangkap dalam kerusuhan di Prancis, dengan 855 penangkapan di Paris dan 150 polisi terluka akibat bentrokan.

Sumber foto: bsinews.id

Jakarta, Kerusuhan yang melanda Paris dan sejumlah kota di Prancis menyebabkan lebih dari 1.800 orang ditangkap setelah demonstrasi pada Sabtu (17/10/2026) berubah menjadi bentrokan, pembakaran, dan penjarahan. Dilansir dari Detikcom, Minggu (18/10/2026), aparat melakukan penangkapan untuk menindak para pelaku kekerasan, sementara sedikitnya 150 petugas kepolisian dilaporkan terluka.

Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyampaikan bahwa jumlah penangkapan meningkat dari laporan sebelumnya yang mencatat 1.200 orang. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat dalam berbagai tindak kekerasan selama aksi tersebut.

"Sebanyak 1.800 orang telah ditangkap dan penyelidikan kini berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku tindakan tersebut agar mereka dapat diadili," ujar Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez melalui unggahannya di platform X.

Di Paris, kepolisian mencatat 855 penangkapan, jumlah yang disebut sebagai rekor terkait kekerasan dalam demonstrasi di ibu kota Prancis tersebut. Kantor Kejaksaan Paris juga melaporkan bahwa lebih dari 500 orang berada dalam tahanan untuk menjalani proses hukum.

Menurut rincian sementara dari kejaksaan, sebanyak 346 orang dewasa dan 171 anak di bawah umur termasuk dalam total 517 orang yang ditahan di Paris. Angka tersebut masih dapat berubah seiring berlanjutnya proses pendataan dan penanganan perkara.

Kantor Kejaksaan Paris menjelaskan bahwa penangkapan berlangsung sepanjang malam hingga pukul 06.00 waktu setempat atau 04.00 GMT. Sebagian besar penangkapan berkaitan dengan dugaan penadahan barang curian, persekongkolan untuk melakukan kekerasan, dan perusakan fasilitas umum.

Perdana Menteri Sébastien Lecornu sebelumnya melaporkan bahwa 150 anggota kepolisian terluka dalam bentrokan. Insiden kekerasan terjadi setelah demonstrasi yang diikuti ratusan ribu orang di sejumlah kota pada awalnya berlangsung damai.

Wakil Wali Kota Paris Lamia El Aaraje menggambarkan tingkat kekerasan yang terjadi di ibu kota sebagai situasi yang belum pernah disaksikannya sebelumnya. Kerusuhan melibatkan sejumlah kelompok massa yang menyerang fasilitas publik, toko, kendaraan, dan petugas kepolisian.

"Ibu kota telah dilanda tingkat kekerasan yang menurut saya belum pernah kita lihat sebelumnya," ujar Wakil Wali Kota Paris Lamia El Aaraje.

Di sejumlah kota, kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan pemerintahan dan fasilitas umum. Balai kota di Limoges dibakar, sedangkan di Marseille sejumlah demonstran berpakaian hitam menerobos balai kota dan mencoret dinding dengan grafiti anarkis.

Di Lyon, pengunjuk rasa membakar kantor pariwisata kota. Sejumlah toko juga menjadi sasaran penjarahan, termasuk butik pakaian, supermarket, dan toko telepon seluler. Perusuh turut merusak bangunan bank serta membakar sejumlah kendaraan dan benda di jalanan.

Untuk membubarkan massa, polisi menggunakan gas air mata dan meriam air ketika sejumlah demonstran melemparkan benda serta menembakkan kembang api ke arah petugas. Bentrokan tersebut menambah jumlah korban luka dan kerusakan di berbagai lokasi.

Insiden serius juga terjadi di Saint-Etienne, wilayah selatan Prancis. Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun kehilangan tangan kanannya akibat ledakan granat pengendali massa.

Sumber: bsinews.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with