Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Iran Wanti-wanti Infrastruktur di Kawasan Teluk Bisa Terancam Jika Konflik dengan AS Pecah – Video

Peringatan itu disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, pada Sabtu (17/10).

Sumber foto: Bangkapos.com

– Iran memperingatkan bahwa infrastruktur digital di kawasan Teluk dapat ikut terancam apabila konflik baru dengan Amerika Serikat kembali pecah. Ancaman tersebut mencakup kabel internet bawah laut hingga pusat data yang menopang berbagai layanan teknologi modern.

Peringatan itu disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, pada Sabtu (17/10). Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa dampak konflik berpotensi meluas dari sektor militer ke infrastruktur komunikasi dan ekonomi digital.

Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah kabel serat optik bawah laut. Infrastruktur ini berperan penting dalam menghubungkan jaringan internet antarnegara serta mendukung pertukaran data dalam skala global.

Jika infrastruktur tersebut mengalami gangguan, sejumlah layanan yang bergantung pada koneksi internasional berpotensi terdampak, mulai dari komputasi awan (cloud computing), transaksi keuangan, hingga komunikasi perusahaan lintas negara.

Kabel Internet Bawah Laut Jadi Infrastruktur Strategis

Kabel serat optik bawah laut merupakan komponen utama jaringan komunikasi dunia. Melalui jaringan ini, data dapat berpindah antarbenua untuk mendukung berbagai aktivitas digital, termasuk layanan perbankan, perdagangan elektronik, dan komunikasi bisnis.

Kawasan Teluk memiliki posisi strategis dalam jaringan tersebut karena terhubung dengan jalur komunikasi yang menghubungkan Asia dan Eropa.

Meski demikian, ketergantungan terhadap kabel bawah laut tidak sama di setiap negara. Dampak gangguan akan bergantung pada jalur yang terdampak, kapasitas jaringan alternatif, serta kemampuan operator mengalihkan lalu lintas data.

Kerusakan pada satu kabel tidak serta-merta membuat suatu negara kehilangan akses internet. Jaringan biasanya memiliki rute alternatif untuk menjaga konektivitas ketika salah satu jalur mengalami gangguan.

Namun, situasinya dapat menjadi lebih rumit apabila beberapa kabel mengalami kerusakan secara bersamaan. Kapasitas jaringan cadangan bisa terbebani, sehingga berpotensi menyebabkan penurunan kecepatan koneksi atau gangguan pada layanan tertentu.

Proses pemulihan juga membutuhkan waktu karena operator harus mengidentifikasi lokasi kerusakan, mengirimkan kapal khusus, dan melakukan perbaikan di dasar laut.

Pusat Data dan Fasilitas AI Ikut Menjadi PerhatianSelain kabel komunikasi, peringatan Iran juga menyoroti pusat data dan fasilitas kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang terus berkembang di kawasan Teluk.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab termasuk negara yang gencar mengembangkan infrastruktur digital serta berinvestasi dalam layanan komputasi awan dan teknologi AI.

Pusat data berperan sebagai tempat penyimpanan, pemrosesan, dan pengelolaan informasi digital. Fasilitas ini mendukung beragam kebutuhan, mulai dari aplikasi bisnis hingga layanan keuangan dan pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Untuk beroperasi secara optimal, pusat data membutuhkan pasokan listrik yang stabil, sistem pendingin yang memadai, serta koneksi jaringan berkecepatan tinggi.

Sumber: Bangkapos.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with