Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

PBNU Kecam Konflik Houthi-Arab Saudi Korbankan Warga Sipil

PBNU mengecam konflik di Timur Tengah yang menyasar warga sipil dan fasilitas sipil. Kepentingan politik tak boleh mengabaikan keselamatan warga sipil.

Sumber foto: detikcom

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengecam keras serangan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil dalam konflik Timur Tengah antara Houthi dan Arab Saudi. Gus Kikin menegaskan kepentingan politik tak bisa dijadikan pembenaran untuk mengorbankan keselamatan manusia.

"Islam menempatkan keselamatan jiwa manusia sebagai nilai yang sangat luhur. Menjaga jiwa atau hifzh an-nafs merupakan salah satu tujuan utama syariat. Karena itu, tidak ada kepentingan politik atau kekuasaan yang boleh mengabaikan keselamatan warga sipil," ujar Gus Kikin dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

PBNU juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban, pemerintah dan rakyat Arab Saudi, serta masyarakat dari berbagai negara yang menjadi korban serangan terhadap fasilitas sipil.

Gus Kikin secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dua kota suci, Makkah dan Madinah, termasuk menjamin keselamatan para jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia, khususnya Indonesia.

"Tanah Suci harus dijauhkan dari segala bentuk ancaman kekerasan. Keselamatan para jemaah harus menjadi perhatian bersama. Haramain adalah amanah suci yang wajib dijaga oleh seluruh umat Islam," kata dia.

Di sisi lain, Gus Kikin menyampaikan keprihatinan mendalam atas penderitaan rakyat Yaman yang selama ini menghadapi konflik berkepanjangan. PBNU mendesak agar akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat sipil dan para pengungsi dibuka seluas-luasnya tanpa hambatan.

Menurut Gus Kikin, kekerasan yang terus berbalas hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat, memperluas kehancuran, dan semakin menjauhkan kawasan dari perdamaian. Dia menyerukan untuk menempuh jalur diplomasi.

"Perang tidak boleh menjadi jalan untuk menyelesaikan setiap perbedaan. Semua pihak harus menahan diri, menghentikan serangan, menghormati hukum humaniter internasional, dan kembali ke meja perundingan," katanya.

PBNU mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan negara-negara kawasan mengambil langkah nyata untuk meredakan ketegangan dan membuka jalan penyelesaian melalui diplomasi.

PBNU juga mendukung Pemerintah Republik Indonesia untuk terus berperan aktif dalam upaya diplomasi internasional guna mendorong perdamaian dan melindungi kepentingan kemanusiaan.

Gus Kikin juga mengingatkan agar konflik di Timur Tengah tidak ditarik menjadi pertentangan antarmazhab di tengah umat Islam, termasuk di Indonesia. Menurutnya, konflik yang berlangsung merupakan persoalan politik dan perebutan kekuasaan, bukan pertentangan ajaran agama.

"Jangan sampai konflik politik di Timur Tengah berubah menjadi permusuhan antarumat Islam. Perbedaan mazhab tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci, apalagi memecah belah persaudaraan," ujarnya.

Ia mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah, tidak mudah terprovokasi berbagai narasi sektarian, serta mengedepankan persaudaraan dan perdamaian.

"Di atas kepentingan politik ada nilai kemanusiaan. Di atas segala perbedaan ada persaudaraan. Dan di tengah berkecamuknya perang, tugas kita adalah terus menjaga harapan bagi lahirnya perdamaian," kata Gus Kikin.

Diketahui konflik Houthi dan Arab Saudi kembali memanas. Serangan beruntun yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada 10-11 Oktober 2026 menewaskan setidaknya 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Operasional bandara dihentikan untuk sementara waktu usai serangan tersebut.

Sumber: detikcom. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with