Podcast Kopi Aktivis ZARKA: Suara Kemanusiaan untuk Perdamaian Timur Tengah Halaman 1
Podcast Kopi Aktivis ZARKA menyoroti konflik Arab–Houthi, menyerukan perlindungan WNI dan perdamaian demi kemanusiaan.

JAKARTA, SuaraMaha.com — Eskalasi konflik bersenjata antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman mendapat perhatian dari kalangan aktivis Indonesia. Melalui tayangan Podcast Kopi Aktivis, Perkumpulan Zirah Amanat Rakyat untuk Keadilan (ZARKA) menyerukan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI), penguatan diplomasi pemerintah, serta penghentian kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil di kawasan Timur Tengah.
Dalam episode bertajuk "Perang Arab–Houthi Memanas! Rudal Bicara, Kemanusiaan Terbakar!", diskusi yang dipandu Barto Silitonga bersama narasumber Usra Waiulung (Uca) mengulas konflik tersebut dari perspektif geopolitik, kepentingan nasional, dan tanggung jawab kemanusiaan. Perbincangan menekankan bahwa perang bukan sekadar persoalan kekuatan militer, melainkan menyangkut keselamatan jutaan manusia yang berpotensi terdampak.
Sorotan tersebut menguat menyusul serangkaian serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan ancaman terhadap infrastruktur energi Arab Saudi. Reuters melaporkan serangan pada 10–11 Oktober 2026 menimbulkan korban jiwa, ratusan orang terluka, serta gangguan terhadap operasional penerbangan. Kelompok Houthi juga mengklaim serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis di negara tersebut.
Dampaknya turut dirasakan masyarakat Indonesia. Kementerian Luar Negeri RI pada 14 Oktober 2026 mengonfirmasi dua WNI mengalami luka ringan akibat serangan di Riyadh pada 11 Oktober. Keduanya telah memperoleh perawatan medis dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama. Pemerintah memastikan kedua korban merupakan warga Indonesia yang menetap di Arab Saudi, bukan jemaah umrah.
Menanggapi situasi tersebut, Usra menilai pemerintah Indonesia perlu meningkatkan langkah perlindungan melalui jalur diplomatik dan koordinasi dengan otoritas setempat. Menurutnya, keselamatan WNI tidak boleh bergantung pada perkembangan konflik yang sulit diprediksi.
"Pemerintah Indonesia harus turun," tegas Usra dalam perbincangan tersebut. Ia juga meminta Kementerian Luar Negeri segera mengambil langkah antisipatif agar tidak muncul korban berikutnya.
Dari sudut pandang geopolitik, Usra berpandangan bahwa ketegangan Arab Saudi dan Houthi tidak semestinya disederhanakan sebagai pertentangan agama. Konflik tersebut, menurutnya, berkaitan dengan persoalan politik, kekuasaan, kepentingan ekonomi, dan persaingan pengaruh di kawasan Timur Tengah.
"Kalau menurut pandangan saya, ini bukan konflik agama," ujarnya, seraya mengingatkan agar persoalan internal kawasan tidak semakin meluas dan menyeret lebih banyak pihak ke dalam peperangan.
Perhatian Kopi Aktivis juga diarahkan kepada pekerja migran Indonesia, pelajar, dan masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah umrah. Para peserta diskusi menilai bahwa ketidakpastian keamanan maupun gangguan penerbangan dapat berdampak terhadap masyarakat yang tidak memiliki keterlibatan dalam konflik bersenjata.
Selain mendorong perlindungan WNI, perbincangan tersebut menyinggung pentingnya politik luar negeri bebas aktif Indonesia sebagai landasan untuk mengambil peran diplomatik yang konstruktif. Melalui komunikasi antarnegara dan forum internasional, Indonesia diharapkan terus mendorong penyelesaian konflik secara damai dengan tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara.
Diskusi turut menyinggung rencana perjalanan Ketua Umum Perkumpulan ZARKA, Teuku Z. Arifin, ke Arab Saudi. Para peserta menyampaikan harapan agar kunjungan tersebut berlangsung aman dan dapat menjadi kesempatan untuk memperhatikan kondisi masyarakat Indonesia di tengah ketegangan kawasan.
Bagi Perkumpulan ZARKA, keterlibatan masyarakat sipil dalam menyuarakan perdamaian merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan fungsi kontrol sosial. Sikap kritis terhadap konflik internasional dinilai perlu tetap mengedepankan nilai kemanusiaan, kepentingan nasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Pesan tersebut semakin ditegaskan melalui narasi penutup Kopi Aktivis yang menggambarkan ironi peperangan ketika kemajuan teknologi persenjataan justru berhadapan dengan penderitaan masyarakat sipil.
Sumber: Kompasiana.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.