Negara Asia Ini Gelap Gulita! Listrik Nasional Padam
Sri Lanka mengalami pemadaman listrik nasional akibat gangguan jaringan, diduga karena kelebihan produksi listrik tenaga surya.

Jakarta, CNBC Indonesia – Sri Lanka mengalami pemadaman listrik nasional pada Sabtu (17/10/2026) setelah jaringan listrik negara tersebut mengalami gangguan. Otoritas setempat menduga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menghasilkan listrik berlebih hingga melampaui kebutuhan konsumsi.
Dikutip dari laporan media internasional, pemadaman tersebut membuat seluruh wilayah Sri Lanka kehilangan pasokan listrik dari jaringan utama selama lebih dari dua jam. Hingga laporan disampaikan, belum ada kepastian mengenai waktu pemulihan pasokan listrik secara menyeluruh.
Perusahaan distribusi listrik milik negara, Electricity Distribution Lanka (EDL), menyatakan para insinyur tengah berupaya memperbaiki gangguan yang berdampak pada seluruh jaringan listrik. Perusahaan tersebut menduga kelebihan pasokan listrik tenaga surya menjadi penyebab gangguan.
Menteri Energi Sri Lanka, Anura Karunathilaka, mengatakan pemerintah berharap pasokan listrik dapat dipulihkan secara bertahap.
"Kami meminta para pemilik sistem tenaga surya atap untuk memutus sambungan sistem mereka hingga ada instruksi lebih lanjut guna mendukung upaya pemulihan," ujarnya dalam pernyataan singkat.
Pemadaman listrik nasional akibat dugaan kelebihan produksi listrik tenaga surya bukan kali pertama terjadi di Sri Lanka.
Pada Februari 2025, seluruh jaringan listrik negara itu juga mengalami gangguan ketika produksi listrik tenaga surya melampaui konsumsi pada Minggu yang cerah. Kala itu, pemulihan pasokan listrik membutuhkan waktu lebih dari enam jam.
Sri Lanka saat ini memiliki kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga surya sedikit di atas 3.000 megawatt (MW). Sementara itu, kebutuhan listrik pada siang hari berkisar antara 2.000 MW hingga 2.500 MW.
Besarnya kapasitas pembangkit surya dibandingkan kebutuhan listrik pada siang hari diduga menjadi salah satu faktor yang memicu ketidakseimbangan dalam sistem kelistrikan.
Insentif pajak yang diberikan pemerintah turut mendorong masyarakat beralih menggunakan tenaga surya. Konsumen juga dapat menjual kelebihan listrik yang dihasilkan sistem mereka ke jaringan listrik nasional.
Namun, peningkatan produksi listrik dari berbagai sumber tenaga surya tersebut justru menimbulkan tantangan bagi perusahaan penyedia listrik dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Pemerintah Sri Lanka menargetkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga mendekati 4.400 MW dalam tiga tahun ke depan. Target tersebut setara dengan peningkatan sekitar 388% dibandingkan kapasitas pada 2024.
Peristiwa ini menjadi tantangan bagi Sri Lanka dalam memperluas penggunaan energi terbarukan. Di satu sisi, tenaga surya menjadi sumber energi alternatif yang terus dikembangkan. Namun, di sisi lain, peningkatan kapasitas pembangkit membutuhkan pengelolaan jaringan listrik yang mampu menyesuaikan perubahan pasokan secara cepat agar stabilitas sistem tetap terjaga.
Sumber: CNBC Indonesia. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.