Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Timur Tengah

Adam Hijrah Travel Tetap Berangkatkan Jemaah Umrah ke Madinah di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Jakarta - PT Adam Hijrah Travel tetap memberangkatkan jemaah umrah menuju Madinah pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Keberangkatan ini

Sumber foto: koranindopos.com

Jakarta – PT Adam Hijrah Travel tetap memberangkatkan jemaah umrah menuju Madinah pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Keberangkatan ini berlangsung ketika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian menyusul meningkatnya konflik yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman. Adam Damhudi, S.E., selaku owner PT Adam Hijrah Travel, turut mendampingi rombongan dalam perjalanan ibadah tersebut.

Dalam keterangannya melalui pesan elektronik, Adam menyampaikan bahwa rombongan jemaah dijadwalkan berangkat menuju Madinah pada tanggal tersebut. Ia berharap seluruh tahapan perjalanan dapat berjalan sesuai rencana sehingga jemaah bisa menjalankan ibadah dengan baik. Harapan itu disampaikan di tengah situasi regional yang masih berkembang dan membutuhkan perhatian dari penyelenggara perjalanan ibadah.

“PT Adam Hijrah Travel hari ini tanggal 17 Oktober keberangkatan menuju Madinah ya. Doain ya, mudah-mudahan lancar, semoga jemaah mendapatkan umrah yang mabrur di saat perang saat ini, mudah-mudahan tidak ada hambatan dan rintangan ya Ya,” papar Adam Damhudi melalui pesan elektronik.

Keikutsertaan Adam dalam rombongan menjadi bagian dari pendampingan yang dilakukan pihak perusahaan pada keberangkatan kali ini. Namun, informasi mengenai jumlah jemaah, maskapai yang digunakan, serta jadwal kepulangan belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, perkembangan perjalanan tetap perlu dipantau melalui komunikasi dengan pihak penyelenggara dan informasi resmi terkait penerbangan.

Dalam penyelenggaraan umrah, perjalanan jemaah mencakup sejumlah tahapan, mulai dari persiapan dokumen, keberangkatan dari Indonesia, perjalanan udara, hingga kedatangan di Arab Saudi. Setelah tiba, jemaah perlu mengikuti pengaturan perjalanan dan bimbingan ibadah sesuai program yang telah ditetapkan. Koordinasi antara jemaah, pembimbing, dan penyelenggara menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan setiap tahapan berjalan tertib.

Adam menyebut kenyamanan dan ketepatan waktu sebagai bagian dari layanan yang diupayakan perusahaannya, baik untuk perjalanan menuju Makkah maupun Madinah. Kedua kota tersebut menjadi tujuan utama jemaah umrah untuk menjalankan rangkaian ibadah serta mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan sejarah Islam.

“Ekstensi Adam Hijrah Travel untuk umrah dan haji selalu mengedepankan kenyamanan, ketepatan waktu untuk berangkat baik berangkat menuju Makkah maupun menuju Kota Madinah,” ujar Adam.

Meski demikian, jadwal perjalanan internasional tetap dapat dipengaruhi oleh kondisi operasional penerbangan, kebijakan otoritas, serta perkembangan keamanan. Oleh sebab itu, penyelenggara perjalanan perlu menyampaikan informasi secara berkala kepada jemaah, terutama jika terdapat perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan. Kepastian informasi juga membantu keluarga jemaah di Indonesia memantau keberangkatan dan perkembangan perjalanan anggota keluarganya.

Situasi keamanan di Timur Tengah turut menjadi perhatian setelah serangan kelompok Houthi terhadap kompleks istana kepresidenan Al-Maashiq di Aden, Yaman, pada 15 Oktober 2026. Reuters melaporkan serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 16 lainnya. Peristiwa itu menjadi bagian dari meningkatnya kembali konflik antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia pada 12 Oktober 2026 mengimbau jemaah umrah untuk meningkatkan kewaspadaan menyikapi perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut. Jemaah yang berada di Arab Saudi diminta mematuhi arahan otoritas setempat, menghindari lokasi yang berpotensi rawan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta terus berkoordinasi dengan pihak travel. Calon jemaah juga diimbau memastikan status penerbangan dan kesiapan keberangkatan melalui penyelenggara masing-masing.

Adam menegaskan bahwa dirinya ikut dalam rombongan yang berangkat pada 17 Oktober 2026. Kehadirannya menyertai perjalanan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan langsung pimpinan perusahaan dalam keberangkatan jemaah. Meski begitu, kondisi perjalanan tetap perlu dipantau berdasarkan informasi aktual dari maskapai, penyelenggara, dan otoritas terkait.

“Dan hari ini diiringi oleh saya dari PT Adam Hijrah Travel juga ikut serta dalam rombongan tanggal 17 Oktober 2026,” katanya.

Keberangkatan jemaah PT Adam Hijrah Travel menuju Madinah berlangsung di tengah situasi regional yang memerlukan kewaspadaan. Bagi jemaah, persiapan dokumen, kepatuhan terhadap arahan resmi, dan komunikasi aktif dengan pembimbing menjadi langkah penting selama perjalanan. Informasi mengenai kelancaran perjalanan maupun perubahan jadwal selanjutnya perlu merujuk pada keterangan resmi pihak terkait agar jemaah dan keluarga memperoleh informasi yang akurat. (RIS/Hend)

Sumber: koranindopos.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with