Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Iran Klaim Selat Hormuz Ditutup, 5 Kapal Tanker Kena Serangan

Angkatan Laut Iran memperingatkan penutupan Selat Hormuz setelah serangan terhadap lima kapal tanker.

Sumber foto: CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa Selat Hormuz "ditutup", sementara lima kapal tanker dilaporkan terkena serangan sejak Jumat (16/10/2026).

Dikutip dari Al-Jazeera, menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), salah satu kapal tanker terkena serangan granat berpeluncur roket (rocket-propelled grenade/RPG) yang ditembakkan dari sebuah kapal kecil. Lembaga maritim tersebut menambahkan, sejumlah pria bersenjata juga menembaki kapal tanker kelima di lepas pantai Al Mukalla, Yaman.

Sementara itu, The Jerusalem Post memberitakan IRGC pada Sabtu kemarin mengklaim bahwa dua kapal tanker minyak terbakar setelah menabrak ranjau laut saat melintasi Selat Hormuz. Laporan tersebut dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA. Media pemerintah Iran menyebut kedua kapal tanker tersebut mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah. Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada konfirmasi independen yang memverifikasi klaim tersebut.

Hingga berita ini diturunkan konflik di Timur Tengah masih terus memanas. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak di atas Riyadh serta wilayah Timur dan Selatan.

Menteri Luar Negeri Yaman, Afrah Abdulaziz al-Zuba, menyatakan bahwa dukungan militer dan teknis Iran terhadap kelompok Houthi "tidak dapat dipisahkan" dari berlanjutnya perang di Yaman serta perubahan wilayah Yaman menjadi landasan untuk mengancam keamanan regional.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan ke-52 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Baghdad, ibu kota Irak, pada hari Sabtu.

Ia menyebutkan bahwa Teheran telah menawarkan diri untuk menengahi penyelesaian konflik, namun di saat yang sama justru memasok kelompok Houthi dengan senjata untuk membunuh dan melakukan kehancuran.

"Aksi terorisme kelompok-kelompok milisi ini, dengan persenjataan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) dari Iran, mengancam keamanan seluruh kawasan kita," ujarnya.

Sumber: CNBC Indonesia. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with