Sanaa: Solidaritas DK PBB dengan Saudi Ungkap Standar Ganda
Anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman dengan mengkritik posisi Dewan Keamanan dalam menyatakan solidaritas dengan Arab Saudi, menegask...

Anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman dengan mengkritik posisi Dewan Keamanan dalam menyatakan solidaritas dengan Arab Saudi, menegaskan bahwa mengabaikan kejahatan negara ini terhadap rakyat Yaman menunjukkan standar ganda lembaga ini dalam menangani masalah-masalah internasional.
Menurut laporan IRNA mengutip kantor berita Saba, Sabtu, 17 Oktober 2026, Muhammad Al-Farah, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman mengkritik pernyataan solidaritas Dewan Keamanan dengan Arab Saudi dan mengatakan, “Mengabaikan kejahatan negara ini terhadap rakyat Yaman menyingkap sifat asli lembaga ini dan pendekatannya yang ganda terhadap masalah-masalah internasional.”
Al-Farah menyatakan, “Dewan Keamanan ketika kepentingan kekuatan-kekuatan besar terancam, berbicara tentang hukum internasional, tetapi ketika bangsa-bangsa dibantai dan kedaulatan negara-negara dilanggar, ia berdiam diri.”
Ia dengan mengajukan pertanyaan tentang posisi Dewan Keamanan terhadap ratusan ribu serangan udara Arab Saudi ke Yaman, menambahkan, “Serangan-serangan ini menyebabkan gugurnya perempuan dan anak-anak serta kehancuran rumah-rumah, dan mengabaikan realitas-realitas ini bertentangan dengan posisi yang diambil dewan ini dalam membela Arab Saudi.”
Anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman juga mengaitkan posisi Dewan Keamanan terhadap Yaman dengan pendekatan lembaga ini terhadap Jalur Gaza dan mengatakan, “Lembaga yang sama yang menyatakan solidaritas dengan Arab Saudi, telah menjadi penonton di hadapan genosida rezim Zionis di Gaza; tempat warga Palestina tewas akibat bombardir dan kelaparan.”
Al-Farah dalam lanjutannya mengajukan pertanyaan apakah dari bangsa yang dibunuh, dikepung, dan negaranya dihancurkan, diharapkan menyambut rudal para penjajah dengan bunga dan tersenyum di hadapan penyiksanya?
Ia dalam lanjutannya menegaskan bahwa pembuktian netralitas menuntut dilakukannya investigasi internasional independen tentang kejahatan, agresi, dan blokade Yaman serta meminta pertanggungjawaban para pelaku tindakan-tindakan ini.
Pernyataan ini disampaikan setelah menyusul eskalasi ketegangan di Yaman dan serangan balasan antara angkatan bersenjata negara ini dan Arab Saudi, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan menggelar pertemuan mengecam serangan tentara Yaman ke Riyadh.
“Muhammad Al-Farah, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman, mengkritik pernyataan solidaritas Dewan Keamanan dengan Arab Saudi dan menegaskan bahwa mengabaikan kejahatan Saudi terhadap rakyat Yaman menyingkap sifat asli lembaga itu dan standar gandanya. Ia menyatakan Dewan Keamanan berbicara tentang hukum internasional ketika kepentingan kekuatan besar terancam, tetapi berdiam diri ketika bangsa-bangsa dibantai dan kedaulatan dilanggar.”(Sail)
Sumber: Pars Today. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.