Iran Tegaskan Tak Terlibat dalam Gelombang Serangan Houthi ke Arab Saudi
Iran bantah tuduhan Arab Saudi terkait keterlibatan serangan Houthi. Simak ulasan konflik, dampaknya pada jalur minyak, dan latar belakang.
Pemerintah Iran secara tegas membantah tuduhan Arab Saudi yang menyebut Iran telah mendorong dan mendukung gelombang serangan terbaru kelompok Houthi dari Yaman. Bantahan tersebut disampaikan di tengah eskalasi konflik regional yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Melansir AFP pada Sabtu (17/10/2027), tuduhan dari Kerajaan Arab Saudi mencetus setelah serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Houthi menghantam berbagai target strategis di wilayah Arab Saudi. Ini termasuk kapal tanker di Laut Merah, fasilitas pemrosesan minyak, hingga Bandara Internasional Riyadh yang menewaskan 13 orang dalam satu insiden tragis pekan lalu.
Menanggapi tuduhan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan kelompok Houthi bertindak atas keputusan dan penilaian mereka sendiri tanpa campur tangan Iran.
"Republik Islam Iran menolak tuduhan apa pun yang menyebut Iran berperan dalam operasi militer Houthi Yaman. Angkatan bersenjata Yaman bertindak berdasarkan kepentingan dan penilaian mereka sendiri, dan klaim semacam itu tidak kredibel bagi siapa pun yang memahami dinamika hubungan antara Iran dan rekanannya. Kendati demikian, Iran tidak menganggap eskalasi ketegangan ini menguntungkan pihak mana pun," tegas Esmaeil Baqaei dalam pernyataan resminya, Sabtu.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi untuk Diplomasi Publik, Dr. Rayed Krimly, menuduh Iran terus melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dengan memasok senjata, melatih, dan mendukung milisi Houthi. Krimly juga mengungkapkan Houthi sempat menolak tawaran mediasi untuk bertemu di Oman pada awal dimulainya gelombang permusuhan terbaru ini.
Kendati diterpa tuduhan dari Riyadh, Iran menyatakan tetap terbuka untuk memfasilitasi perdamaian di kawasan. Baqaei mengulangi tawaran Iran untuk menjadi mediator antara pihak-pihak yang bertikai, dengan menyatakan Iran selalu siap menggunakan pengaruh baiknya untuk membantu menghentikan permusuhan.
Serangan Masif ke Fasilitas Energi dan Bandara Strategis
Situasi keamanan di Semenanjung Arab kian memprihatinkan setelah koalisi militer pimpinan Arab Saudi melaporkan intensitas serangan udara Houthi yang terus meningkat. Juru bicara koalisi mengonfirmasi pasukan pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan beberapa ancaman udara dalam 24 jam terakhir.
Sistem pertahanan udara Saudi menghancurkan tiga drone yang mengarah ke wilayah selatan dan ibu kota Riyadh, dua rudal jelajah di atas Laut Merah, serta sebuah rudal balistik yang meluncur menuju Yanbu. Kota pelabuhan vital ini yang menjadi muatan akhir saluran pipa minyak utama di pesisir Laut Merah. Menurut laporan koalisi, Bandara Internasional Riyadh saja telah menjadi sasaran sedikitnya 20 kali serangan sepanjang bulan ini.
Eskalasi serangan tidak hanya menyasar wilayah Arab Saudi, tetapi juga melumpuhkan pusat pemerintahan sementara Yaman di Aden. Dalam satu insiden terbaru, dua rudal mendarat di perimeter Bandara Aden.
Hanya sehari sebelumnya, serangan rudal Houthi yang mematikan menghantam Kompleks Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, menewaskan lima orang dan melukai 16 lainnya. Perdana Menteri (PM) Yaman Shaya al-Zindani mengecam keras insiden tersebut lewat media sosial X dan menyebutnya sebagai "kelanjutan dari pola kejahatan Houthi."
Media yang berafiliasi dengan Houthi mengklaim serangan di Istana Al-Maashiq berhasil memuat target berupa markas besar operasi militer dan gudang senjata yang dipimpin oleh perwira militer Saudi.
Kecaman Internasional dan Ancam Stabilitas Pasar Energi
Gelombang serangan Houthi berlanjut, menyusul penyerangan kilat kelompok tersebut di Yaman sejak September 2026, di mana mereka menguasai wilayah pesisir Laut Merah yang berhadapan langsung dengan Selat Bab al-Mandab. Selat ini merupakan salah satu jalur pelayaran dan distribusi minyak paling krusial di dunia.
DK PBB menggelar sidang darurat dan mengutuk keras eskalasi serangan Houthi terhadap wilayah Kerajaan Arab Saudi maupun ancaman terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah. Dewan Keamanan PBB menyoroti "serangan ugal-ugalan" yang membahayakan stabilitas navigasi internasional.
Tekanan terhadap Arab Saudi sebagai eksportir minyak terbesar di dunia ini terjadi di tengah guncangan pasar energi global, yang sebelumnya sudah terguncang akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada awal perluasan konflik Timur Tengah pada Februari lalu. Kombinasi gangguan di Selat Hormuz dan Laut Merah ini berpotensi memicu krisis pasokan energi global yang amat serius.
Eskalasi terbaru ini merupakan babak lanjut dari konflik bersenjata di Yaman yang meletus sejak akhir 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi (yang menganut paham Zaidiyah) mengkudeta ibu kota Sanaa dan menggulingkan pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.
Pada 2015, koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi guna memulihkan kekuasaan pemerintah resmi, mengubah perang saudara Yaman menjadi arena proxy war (perang perwakilan) antara Arab Saudi yang berhaluan Suni dan Iran yang berhaluan Syiah.
Selama lebih dari satu dekade pertempuran, Yaman jatuh ke dalam salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Meskipun sempat ada gencatan senjata yang diprakarsai PBB, eskalasi kembali membara menyusul dinamika геоpolitik Timur Tengah yang memanas sejak awal tahun, di mana kelompok Houthi memperluas jangkauan serangannya dari sasaran domestik Yaman hingga ke sasaran infrastruktur energi Saudi serta jalur pelayaran komersial internasional di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Sumber: investor.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.