Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Hendak Pecahkan MURI, PDIP Gelar Pekan Peduli Sampah Nasional Bulan Depan

PDIP menggelar Pekan Peduli Sampah Nasional pada 9-14 November 2026, fokus pada pengolahan sampah organik dan pembersihan lingkungan di seluruh Indonesia.

Sumber foto: detikNews

PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Pekan Peduli Sampah Nasional pada 9-14 November 2026. Kegiatan dipusatkan di Jakarta, tapi pelaksanaannya digelar di seluruh Indonesia dengan melibatkan kader PDIP.

"Nanti kami sebagai Ketua DPP Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tanggal 9 sampai 14, dicatat adik-adik, akan mengadakan Pekan Peduli Sampah Nasional," kata Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP PDIP, Eriko Sotarduga, dalam webinar di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, Malang Selatan, Sabtu (17/10/2026).

"Kita akan memecahkan rekor MURI nanti tanggal 14 November," tambahnya.

Menurut Eriko, gerakan itu menyasar sampah organik rumah tangga yang diolah menjadi pupuk. Dia menyoroti dampak pupuk kimia terhadap tanah.

"Bapak-bapak tahu tidak apa efek samping dari pupuk kimia? Tanah menjadi keras," ujarnya.

Karena itu, Eriko mendorong pengolahan sampah organik dengan biodekomposer. "Kita tumpuk sampah organik di sana, bekas sisa makanan, daun-daunan dan lain-lain, tapi nanti harus diberikan namanya biodekomposer untuk apa? Agar tidak bau dan proses itu menjadi lebih cepat," ucapnya.

Eriko mengaitkan gerakan itu dengan Hari Pahlawan pada 10 November. "Kita bisa menjadi pahlawan di lingkungan kita masing-masing," katanya.

Sementara itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan pada puncak acara akan dilakukan pembersihan di ibu kota provinsi dan kabupaten dengan membersihkan sampah dan memisah-misahkan sampah sebagai bagian gerakan Merawat Pertiwi. Menurutnya, sampah organik rumah tangga akan diolah di tingkat RT melalui program TEBA.

"Kita olah, kami akan membuat TEBA. TEBA itu sampah organik dimasukkan di situ. Bagi yang ikut webinar nanti yang perlu nanti kami berikan datanya. Termasuk diberikan biodekomposer agar sampahnya tidak berbau, sampah organik rumah tangga itu agar tidak berbau," ujar Hasto.

Dia menautkan gerakan itu dengan tata ruang dan moratorium hutan. "Maka politik tata ruang, moratorium hutan-hutan kita harus dilakukan. Tidak boleh ada konversi lahan pertanian untuk kepentingan lain karena itu menyangkut masa depan anak cucu kita. Kita harus berdaulat di bidang pangan," katanya.

Hasto menyebut Pekan Peduli Sampah Nasional akan menjadi ajang berbagi pengalaman kepala daerah dari partainya. "Termasuk Bu Risma di dalam mengelola sampah, mengelola lingkungan, membuat taman-taman kota, politik tata ruang, kemudian penggunaan teknologi," ucap Hasto.

Sumber: detikNews. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with