Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Trump Prediksi Perang Iran Segera Berakhir dan Minyak Anjlok

Donald Trump memprediksi perang Iran segera berakhir dan harga minyak turun tajam, sembari mengklaim serangan AS telah melumpuhkan militer Iran.

Sumber foto: SuaraGarut.ID

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan konflik militer dengan Iran akan segera berakhir dan harga minyak dunia berpotensi turun tajam. Dalam pernyataan kepada wartawan di Montana, AS, pada Rabu malam (14/10/2026) waktu setempat, Trump menyebut kedua negara memiliki alasan untuk mengakhiri perang, sekaligus menegaskan bahwa Iran tidak akan memperoleh senjata nuklir.

Trump menyampaikan prediksi tersebut ketika konflik kedua negara masih berlangsung. Ia juga mengklaim operasi militer AS telah melemahkan kemampuan pertahanan Iran secara signifikan, meskipun tidak memberikan bukti pendukung atas sejumlah pernyataannya mengenai kehancuran aset militer negara tersebut.

Dalam keterangannya yang dikutip Anadolu, Trump mengaitkan kemungkinan berakhirnya konflik dengan penurunan harga minyak. Ia menyatakan bahwa Iran juga menginginkan perang segera berakhir.

"Perang Iran akan segera berakhir. Segera, karena mereka juga ingin perang ini berakhir," ujar Trump kepada wartawan di Montana, AS.

Trump kemudian menegaskan sikap pemerintahannya terhadap program nuklir Iran dan menyampaikan perkiraan mengenai pergerakan harga minyak setelah perang berakhir.

"Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan harga minyak akan turun drastis," ujar Trump.

Dalam kesempatan sebelumnya di sebuah rapat umum di Montana, Trump mengungkapkan ketidakpastian mengenai pihak yang sedang diajak pemerintahannya bernegosiasi untuk mengakhiri konflik. Pernyataan itu muncul bersamaan dengan klaimnya bahwa kemampuan militer Iran telah mengalami kemunduran besar akibat operasi AS.

Trump menggambarkan kondisi militer Iran sebagai sangat lemah. Ia menyebut negara tersebut tidak lagi memiliki kekuatan angkatan laut dan angkatan udara yang memadai, sementara kemampuan angkatan daratnya telah dihancurkan dan para pemimpinnya tidak lagi ada.

"Mereka tidak punya angkatan laut. Mereka tidak punya angkatan udara. Angkatan darat mereka sudah dihancurkan. Para pemimpin mereka sudah tidak ada," ujar Trump.

Trump juga mempertanyakan proses negosiasi karena, menurut pernyataannya, ia tidak yakin dengan siapa pemerintah AS sebenarnya berunding. Ia menghubungkan keraguan tersebut dengan klaimnya mengenai kondisi kepemimpinan Iran.

"Saya mungkin seharusnya membiarkan para pemimpin mereka, karena saya tidak tahu dengan siapa kami sebenarnya bernegosiasi," ujar Trump.

Selain membahas negosiasi, Trump menilai Iran sebelumnya merupakan salah satu kekuatan militer utama di Timur Tengah. Ia mengklaim serangan AS telah mengubah posisi tersebut dengan melemahkan kemampuan militer Iran.

"Iran dulunya penguasa di Timur Tengah," ujar Trump.

Trump kemudian menyebut jumlah aset militer Iran sebelum operasi AS berlangsung. Menurut klaimnya, Iran sebelumnya memiliki 159 kapal perang dan 274 pesawat tempur yang dinilainya cukup baik.

Ia mengklaim seluruh kapal perang tersebut kini tidak lagi beroperasi dan pesawat tempur Iran telah hancur di landasan. Namun, Trump tidak menyertakan bukti untuk mendukung klaim mengenai jumlah kapal dan pesawat yang disebut telah dihancurkan.

Dalam pernyataan lainnya, Trump kembali membandingkan kekuatan militer Iran sebelum dan sesudah operasi AS. Ia menekankan bahwa kemampuan militer negara tersebut kini jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.

"Mereka dulu kuat. Sekarang mereka tidak sekuat itu," ujar Trump.

Sumber: SuaraGarut.ID. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with